Connect with us

Techno

Microsoft Windows 7 Resmi Berakhir

Tayang

,

Channel9.id-Jakarta.  Perusahaan teknologi Microsoft resmi menghentikan operasi Windows 7 mulai hari ini, Selasa (14/1). Berarti, pengguna Windows 7 tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan dan tambalan (patch) untuk menjaga keamanan komputer mereka.

Microsoft menyebut, meski pengguna masih dapat Windows 7 setelah penghentian resmi, namun perangkat akan lebih rentan terhadap masalah keamanan potensial.

Dilansir CNN.com, penghentian Windows 7 ini akan berpengaruh terhadap ratusan juta orang sebagai pengguna. Berbeda sedikit dengan dari jumlah Windows 10, sistem yang paling populer.  Microsoft menyebut Windows 10 digunakan pada 900 juta perangkat.

Microsoft mendorong pengguna untuk segera mengupgrade ke Windows 10, dengan memberi perangkat baru seharga $139 atau sekitar 1,9 juta rupiah. Atau dapat pula membeli perangkat baru yang menjalankan Windows 10 komputer pengguna berusia lebih dari tiga tahun.

Sebelumnya, sekitar empat tahun lalu Microsoft menawarkan upgrade cuma-cuma dari Windows 7 ke Windows 10.  Saat itu, Microsoft meluncurkan sistem operasi baru.

Seperti pembuat sistem operasi lainnya, Microsoft secara teratur menghentikan dukungan terhadap perangkat lunak yang sudah ketinggalan jaman. Misalnya saat menghentikan Windows 8 di tahun 2016 dan Windows XP pada tahun 2014.  

Diketahui, Windows 10 pertama kali diluncurkan tahun 2015 dan menyertakan beberapa pembaruan untuk Windows 8. Perubahan termasuk pada tampilan, kemampuan penggunaan bantuan suara, Contana, dan peningkatan fitur keamanan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Facebook Percaya Perusahaan Akan Kembali Mengiklan di Platformnya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Beberapa hari belakangan ini, sejumlah perusahaan melakukan aksi pemboikotan iklan di Facebook, dengan kampanye ‘Stop Hate For Profit’.

Para partisipan aksi tersebut menilai Facebook tak bisa menghentikan ujaran kebencian dan hoaks yang tersebar di platformnya, namun justru mengambil keuntungan darinya.

Kendati iklan di platformnya diboikot, CEO Facebook Mark Zuckerberg percaya bahwa aksi tersebut akan segera berakhir.

“Perkiraan saya adalah bahwa semua pengiklan ini akan segera kembali ke platform,” ucap Zuckerberg, dikutip dari The Guardian.

Pernyataan tersebut sejatinya bersifat rahasia antara Zuckerberg dan karyawannya. Namun, jurnalis The Information berhasil merekamnya.

“Kami tidak akan mengubah kebijakan atau pendekatan kami pada apa pun hanya karena ancaman yang hanya berdampak kecil terhadap pendapatan,” pungkasnya lagi.

Terkait pernyataan itu, Juru Bicara Facebook telah mengonfirmasi keakuratan rekaman yang didapat jurnalis The Information. Ia melanjutkan, itu dilontarkan saat membahas kampanye ‘Stop Hate for Profit’.

“Kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan menghargai umpan balik dari mitra kami. Kami membuat perubahan kebijakan berdasarkan prinsip, bukan tekanan pendapatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Urusan Global Facebook Nick Glegg mengeluarkan surat terbuka kepada para pengiklan bahwa pihaknya berusaha meredakan kekhawatiran terkait konten ujaran kebencian, seperti dilansir BBC.

Diketahui, hingga Jumat (26/6), saham Facebook merosot hingga 8,3% menjadi US$216,08 per lembar akibat pemboikotan tersebut.

(LH)

Continue Reading

Techno

Virus Corona Bermutasi, Cepat Menyebar Namun Gejala Tak Lebih Parah

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Penelitian terbaru mengungkap bahwa mutasi baru virus corona SARS-CoV-2, yakni G614, disebut lebih cepat menyebar namun tidak lebih berbahaya dari sebelumnya, D614.

Diketahui, temuan itu didapat setelah menguji sampel pasien Covid-19 di Benua Eropa dan Amerika Serikat. Para peneliti kemudian mengurutkan genom virus tersebut dan membandingkannya dengan genom virus corona baru untuk dipetakan penyebarannya.

“Kami menafsirkan bahwa virus itu kemungkinan lebih menular. Menariknya, kami tidak menemukan bukti dampak G614 memperparah penyakit (Covid-19),” tutur Ahli Biologi Bette Korber dari Los Alamos National Laboratory, Jumat (3/7).

Menurut hipotesa tim Korber, G614 menyebar lebih cepat di saluran pernapasan bagian atas, yakni hidung, sinus, dan tenggorokan.

Di Inggris, para peneliti telah mengetes seribu pasien positif Covid-19 yang terinfeksi mutasi virus baru. Hasilnya, mereka tidak melalui gejala yang lebih buruk, dibanding mereka yang terinfeksi virus ‘asli’.

Untuk memastikan kebenaran hasil penelitian tersebut, para peneliti bahkan berulang kali melakukan pengetesan. “Semua ahli kemudian sepakat bahwa bentuk G lebih menular daripada bentuk D. Kami sekarang memiliki bukti eksperimental yang mendukung,” jelas peneliti lain, David Montefiore dari Duke University.

Para peneliti menekankan pentingnya sistem kekebalan yang lebih tinggi untuk menetralkan mutasi itu, menimbang virus mudah menyebar.

Lebih lanjut, para peneliti menyebut mutasi ini mempengaruhi protein spike virus SARS-CoV-2. Saat ini para peneliti tengah meneliti apakah G614 bisa dikendalikan vaksin. Sejauh ini, G614 disebut bisa dinetralkan dengan serum pemulihan yang diambil dari sampel darah enam pasien penyintas Covid-19 yang tinggal di San Diego, AS.

“Kami melihat bahwa kisaran antibodi dalam darah diri seseorang sama efektifnya dengan menetralkan virus baru maupun yang lama. Penemuan ini tentunya melegakan,” tulis peneliti dari jurnal biorxiv.

Para peneliti mengaku perlua meneliti lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan memperkuat atas hopotei dan temuan mereka. Peneliti juga akan mengawasi mutasi virus corona yang lain.

“Bercermin dari hasil eksperimental ini, bukan berarti mutasi virus lain tidak berbahaya. Kita harus tetap waspada,” pungkas Montefiore.

(LH)

Continue Reading

Techno

Nonton Film di Situs Ilegal, Malware dan Virus Bisa Susupi Gadget Pengguna

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Malware dan virus disisipkan pada sejumlah film dan serial TV pada situs ilegal, seperti IndoXXI hingga FilmBagus21.

Hal itu sebagaimana laporan perusahaan keamanan siber, Kaspersky dan McAfee. Mereka pun menyebutkan bahwa malware itu bisa mencuri data pengguna di Indonesia.

Head of Southeast Asia Consumer McAfee Shashwat Khandelwal menjelaskan, penjahat siber mengikuti tren dan perilaku pengguna untuk membangun strategi penipuan, sehingga bisa mencuri data.

Oleh karena itu, McAfee menekankan pentingnya kesadaran para pengguna agsr terhindar dari masalah tersebut.

Lebih lanjut, menurut analisis tren konsumsi hiburan online yang populer di seluruh platform streaming, Shashwat menyebut ada 5 judul film dan serial televisi populer yang paling sering dicari masyarakat Indonesia.

Lima film di Indonesia yang populer saat ini adalah Frozen 2, Parasite, Milea: Suara dari Dilan, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, dan Jumanji: The Next Level.

Sementara, serial TV yang paling banyak dicari di Indonesia adalah The World of The Married, Crash Landing On You, Money Heist, Hi, Bye Mama!, dan Pretty Little Liars Indonesia.

“Hal yang paling aman untuk dilakukan adalah berlangganan ke situs streaming yang terpercaya atau mengunduh film dari sumber, seperti iTunes atau Amazon. Jauhilah situs-situs yang menjanjikan konten gratis karena berpotensi malware,” terangnya.

Sementara itu, akhir Desember lalu, Kaspersky menguak serangan malware yang memanfaatkan penayangan film Star Wars: The Rise Of Skywalker.

“Sudah menjadi hal yang wajar bagi para pelaku penipuan dan kejahatan siber untuk mencoba memanfaatkan topik-topik populer, dan Star Wars menjadi kesempatan baik untuk skenario semacam itu di bulan ini,” terang peneliti keamanan di Kaspersky Tatiana Sidorina.

Diketahui, pada 2019, Kaspersky mendeteksi 285.103 upaya untuk menginfeksi 37.772 pengguna yang ingin menonton sekuel terakhir dari film Star Wars. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 10% dibandingkan 2018.

Streaming di situs ilegal memicu ancaman keamanan pengguna, dengan melakukan host file berbahaya serta menyamar di balik nama rekaman dan file film.

Lebih lanjut, peneliti Kaspersky mendapati lebih dari 30 situs web palsu dan profil media sosial yang menyamar sebagai akun film resmi. Menurut Kaspersky, kemungkinan jumlah situs-situs ini jauh lebih tinggi.

Situs web ilegal tersebut mencuri data kartu kredit pengguna dengan dalih syarat pendaftaran di portal. Kemudian menyebarkan file berbahaya biasanya menyalin nama resmi film. Untuk meyakinkan oenggun, situs web memberikan deskripsi menyeluruh serta konten pendukung lainnya. Dengan cara tersebut, pengguna percaya bahwa situs berhubungan dengan film resmi.

Praktik dengan modus seperti itu disebut “SEO hitam” (Black SEO). Modus ini memungkinkan para pelaku kejahatan siber untuk mempromosikan situs-situs phishing dan menempatkannya paling atas dalam hasil mesin pencari.

Demi mendukung promosi situs web palsu, pelaku juga mengatur Twitter dan akun media sosial lainnya untuk mendistribusikan tautan ke konten.

Sejauh ini, 83 pengguna terinfeksi oleh 65 file berbahaya yang menyamar sebagai salinan film.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC