Connect with us

Ekbis

Dampak Virus Corona, Pemerintah Melarang Impor Binatang Hidup dari Cina

Tayang

,

Channel9.id-Washington DC. Kementerian Perdagangan  menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari China sebagai upaya mengantisipasi masuknya virus corona dari Wuhan, Cina. Penghentian impor sementara itu hanya khusus binatang hidup dan bukan produk barang lainnya.

“Menyikapi merebaknya wabah virus corona di Cina tersebut, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pelarangan untuk impor jenis binatang hidup yang berasal dari Cina atau transit di Cina ke dalam wilayah Indonesia,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangan tertulis di Washington DC, Kamis waktu setempat, 13 Februari 2020. “Namun pelarangan tersebut sifatnya sementara (temporary) sampai wabah virus corona mereda.”

Permendag itu merupakan tindakan tegas dalam merespons kondisi darurat kesehatan publik secara global akibat penyebaran wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, Cina. Agus meminta penghentian impor sementara ini tidak disalahtafsirkan ke semua produk yang berasal dari Cina. Ada pun Permendag Nomor 10 Tahun 2020 ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan pada 7 Februari 2020.

Sementara itu, jenis binatang yang dilarang importasinya terdiri dari 53 pos tarif barang, antara lain kuda, keledai, bagal, dan hinnie hidup; binatang hidup jenis lembu; babi hidup; biri-biri dan kambing, hidup; unggas hidup, yaitu ayam dari spesies gallus domesticus, bebek, angsa, kalkun dan ayam guinea; serta binatang hidup lainnya yang menyusui.

Selain itu, larangan impor juga termasuk pada binatang hidup yang ada pada komedi putar, ayunan, galeri tembak dan permainan taman hiburan lainnya; dan binatang hidup pada sirkus keliling dan travelling menagerie; serta teater keliling.

Agus menegaskan, importir wajib mengekspor kembali ke negara asal atau memusnahkan binatang hidup yang dilarang tersebut yang tiba di pelabuhan Indonesia saat Permendag ini berlaku.

Waktu ketibaan binatang hidup di pelabuhan Indonesia ini dibuktikan dengan tanggal pengajuan dokumen pemberitahuan pabean dalam rangka impor berupa dokumen BC 1.1, BC 2.0, BC 2.1, BC 2.2, BC 2.3, BC 1.6, PPFTZ-01, atau consignment note. “Biaya atas pelaksanaan ekspor kembali atau pemusnahan adalah tanggung jawab Importir,” kata Agus.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Sektor Transportasi Penyumbang Ekonomi Minus selama Kuartal II 2020

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor transportasi dan pergudangan menjadi sumber kontraksi tertinggi untuk ekonomi nasional semester II 2020. Hal itu jika dilihat berdasarkan lapangan usaha.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan sektor transportasi dan pergudangan tercatat minus hingga 30,84 persen sepanjang April-Juni 2020. Realisasi itu berbanding terbalik dengan kuartal II 2019 yang tumbuh 5,88 persen. “Sektor transportasi terdampak luar biasa karena pendami virus corona. Ini karena ada imbauan work from home (WFH) dan school from home (SFH) sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran pandemi virus corona,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2020.

Selain itu, penurunan sektor transportasi juga terjadi karena kebijakan larangan mudik saat Idul Fitri tahun ini. Kemudian, penurunan aktivitas kargo pada masa pandemi juga mempengaruhi kinerja transportasi. “Kontraksi sektor transportasi terjadi pada semua moda transportasi,” kata Suhariyanto.

Detailnya, angkutan rel tercatat minus 63,75 persen, angkutan darat minus 17,65 persen, angkutan laut minus 17,48 persen, angkutan sungai danau dan penyeberangan minus 26,66 persen, angkutan udara minus 80,23 persen, serta pergudangan dan jasa penunjang angkutan minus 38,69 persen.

Kontraksi ini hampir terjadi di seluruh sektor lapangan usaha sepanjang kuartal II 2020. Sektor akomodasi dan makan minum misalnya tercatat minus 22,02 persen. Lalu, industri minus 6,19 persen, perdagangan minus 7,57 persen, konstruksi minus 5,39 persen, pertambangan minus 2,72 persen, administrasi pemerintahan minus 3,22 persen, jasa lainnya minus 12,6 prsen, jasa perusahaan minus 12,09 persen, serta pengadaan listrik dan gas minus 5,46 persen.

Secara keseluruhan, Suhariyanto mengatakan kontraksi ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 sebesar 5,32 persen merupakan yang pertama sejak kuartal I 1999. Saat itu, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 6,13 persen. “Pertumbuhan kuartal II 2020 ini terkontraksi 5,32 persen. Kalau melacak lagi kepada pertumbuhan ekonomi secara kuartal, kontraksi 5,32 persen merupakan yang terendah sejak kuartal I 1999,” ujarnya.

Continue Reading

Ekbis

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Minus 5,2 Persen

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia para kuartal II 2020 minus 5,2 persen. Pertumbuhan tersebut mengalami kontraksi sebesar 1,26 dibandingkan semester I tahun lalu. Kontraksi pertumbuhan ekonomi terjadi karena pandemi Covid-19. Hal itu tidak hanya dialami Indonesia, tapi seluruh negara di dunia.

Dalam hal ini, sejumlah kebijakan guna menekan penyebaran Covid-19 seperti penutupan sekolah, bisnis, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga lockdown mengakibatkan penurunan tingkat konsumsi dan investasi.

“Pandemi Covid-19 telah menciptakan efek domino dari masalah sosial dan ekonomi, dan dampaknya menghantam seluruh lapisan masyarakat mulai dari rumah tangga, UMKM hingga korporasi,” kata Kepala BPS Suhariyanto melalui konferensi pers, Rabu (5/8).

Dia menyampaikan, pandemi Covid-19 membuat harga komoditas anjlok. Misalnya, harga minyak Indonesia atau ICP (Indonesia Crude Price) anjlok 57,9 persen secara year on year. Harga komoditas hasil tambang di pasar internasional seperti timah, aluminium, tembaga juga mengalami penurunan baik quartal to quartal (q-to-q) dan year on year (y-o-y).

“Sementara harga komoditas makanan seperti gandum, minyak kelapa sawit dan kedelai mengalami penurunan q-to-q, tetapi meningkat secara y-o-y,” kata Suhariyanto.

Kemudian, penjualan mobil turun 85,02 persen y-o-y, sepeda motor secara wholesale juga turun 79,70 persen, produksi semen minus 9,08 persen dan pengadaan semen turun 7,69 persen.

“Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia juga turun 81,49 persen q-to-q dan 87,81 persen y-o-y,” kata Suhariyanto.

Lalu, negara-negara mitra dagang Indonesia juga mengalami kontraksi ekonomi di kuartal II 2020, seperti Amerika Serikat yang minus 9,5 persen y-o-y, Singapura minus 12,6 persen, Korea Selatan minus 2,9 persen, Hong Kong minus 9 persen dan Uni Eropa minus 14,4 persen.

(HY)

Continue Reading

Ekbis

OJK Setujui Kookmin Bank menjadi Pengendali di Bukopin

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan persetujuan masuknya KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali (PSP) di Bank Bukopin. Persetujuan OJK berdasarkan hasil dari Penawaran Umum Terbatas V dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Masuknya Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali diharapkan menjadi dukungan positif bagi perkembangan Bank Bukopin serta industri perbankan nasional sehingga bisa meningkatkan kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo, Rabu, 5 Agustus 2020.

Selain itu, induk usaha KB Kookmin Bank yaitu KB Financial Group (KBFG) yang merupakan grup finansial terbesar di Korea Selatan, juga disetujui menjadi ultimate shareholder Bank Bukopin.

Dengan keputusan OJK tersebut, maka Bank Bukopin saat ini memiliki dua PSP yaitu KB Kookmin Bank dengan jumlah saham 33,9 persen dan Bosowa Corporindo sebesar 23,4 persen.
Saham lainnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia 6,37 persen dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah lima persen, mencapai 36,33 persen.

OJK juga menyambut baik rencana Bank Bukopin untuk menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Agustus 2020. Rapat mendatang guna mengambil berbagai keputusan dalam pengembangan kelembagaan dan bisnis Bukopin ke depan.

 

 

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC