Connect with us

Techno

Facebook Percaya Perusahaan Akan Kembali Mengiklan di Platformnya

Tayang

,

Channel9.id-Jakarta. Beberapa hari belakangan ini, sejumlah perusahaan melakukan aksi pemboikotan iklan di Facebook, dengan kampanye ‘Stop Hate For Profit’.

Para partisipan aksi tersebut menilai Facebook tak bisa menghentikan ujaran kebencian dan hoaks yang tersebar di platformnya, namun justru mengambil keuntungan darinya.

Kendati iklan di platformnya diboikot, CEO Facebook Mark Zuckerberg percaya bahwa aksi tersebut akan segera berakhir.

“Perkiraan saya adalah bahwa semua pengiklan ini akan segera kembali ke platform,” ucap Zuckerberg, dikutip dari The Guardian.

Pernyataan tersebut sejatinya bersifat rahasia antara Zuckerberg dan karyawannya. Namun, jurnalis The Information berhasil merekamnya.

“Kami tidak akan mengubah kebijakan atau pendekatan kami pada apa pun hanya karena ancaman yang hanya berdampak kecil terhadap pendapatan,” pungkasnya lagi.

Terkait pernyataan itu, Juru Bicara Facebook telah mengonfirmasi keakuratan rekaman yang didapat jurnalis The Information. Ia melanjutkan, itu dilontarkan saat membahas kampanye ‘Stop Hate for Profit’.

“Kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan menghargai umpan balik dari mitra kami. Kami membuat perubahan kebijakan berdasarkan prinsip, bukan tekanan pendapatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Urusan Global Facebook Nick Glegg mengeluarkan surat terbuka kepada para pengiklan bahwa pihaknya berusaha meredakan kekhawatiran terkait konten ujaran kebencian, seperti dilansir BBC.

Diketahui, hingga Jumat (26/6), saham Facebook merosot hingga 8,3% menjadi US$216,08 per lembar akibat pemboikotan tersebut.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Langgar Kebijakan YouTube, Video Anji-Hadi Pranoto Ditarik

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pihak YouTube buka suara soal penghapusan video Anji yang bertajuk ‘BISA KEMBALI NORMAL? OBAT COVID-19 SUDAH DITEMUKAN !! (Part 1)”. Diketahui, video yang diunggah pada 31 Juli ini, sudah tidak bisa diakses sejak Minggu (2/8).

Pihak Youtube menjelaskan bahwa penghapusan video tersebut merupakan perwujudan komitmen perusahaan, yakni memberi info yang tepat kepada masyarakat luas di situasi kritis, seperti pandemi Covid-19 ini.

“Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang tepat waktu dan bermanfaat pada saat yang kritis ini, termasuk meningkatkan konten otoritatif,” terang Youtube melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/8).

Pihak layanan berbagi video ini menambahkan, hal terbaik yang dilakukan saat ini yaitu dengan menggunakan data dari otoritas setempat sebagai cara untuk ‘memerangi’ informasi keliru.

“Mengurangi penyebaran informasi yang berbahaya dan menampilkan panel informasi, menggunakan data WHO atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, untuk membantu memerangi informasi yang salah,” sambungnya.

Selain itu, sebagaimana kebijakannya, YouTube pun melarang video yang mempromosikan metode medis tidak berdasar kepada masyarakat. “Dan kami dengan cepat menghapus video yang melanggar kebijakan ini ketika ditandai kepada kami,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, video Anji yang mewawancarai Hadi Pranoto yang mengklaim sebagai ahli mikrobiologi, sempat viral dan jadi topik pembahasan di sejumlah media sosial karena materi yang dibawa cukup sensitif.

Di video ini Hadi mengklaim telah menemukan obat berupa antibodi Covid-19. Tak hanya itu, ia menyampaikan informasi yang tidak akurat terkait titik leleh baja.

(LH)

Continue Reading

Techno

Terancam Diblokir di AS, TikTok Akan Diakuisisi Microsoft

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. TikTok terancam diblokir di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, ada kekhawatiran bahwa anak dari perusahaan ByteDance ini merupakan kepanjangan tangan pemerintah Cina.

Beberapa lama kemudian, Microsoft dikabarkan akan mengakuisisi TikTok di AS. CEO Microsoft Satya Nadella memastikan tengah berdiskusi dengan ByteDance, untuk membicarakan hal ini.

Pengakuisisian kemungkinan menjadi jalan agar TikTok tetap bisa beroperasi di AS.

Tak hanya itu, Microsoft pun berniat membeli bisnis TikTok di Kanada, Australia dan Selandia Baru. Perusahaan ini pun kemungkinan akan menawarkan investor Amerika lain untuk terlibat dalam akuisisi itu.

“Struktur baru ini akan dibangun berdasarkan pengalaman yang saat ini disukai user TikTok, sembari menambahkan sekuriti kelas dunia, privasi, dan perlindungan keamanan digital,” ujar Microsoft, dikutip dari CNBC.

Berdasarkan sumber terkait, Presiden AS Donald Trump setuju dan memberi waktu 45 hari bagi Microsoft untuk mencapai kesepakatan membeli TikTok.

Microsoft mengatakan pihaknya akan memastikan data pengguna TikTok akan disimpan di AS. Sementara, data warga AS yang disimpan di lokasi negara lain akan dihapus.

Diketahui, sistem penyimpanan data itulah yang kerap dipermasalahkan oleh otoritas AS, kendati TikTok menegaskan pihaknya melindungi data pengguna dengan ketat.

Jika diskusi Microsoft dan TikTok berjalan mulus, tekad otoritas AS untuk memblokir TikTok bisa dibatalkan.

Sebelumnya, Trump memberi pernyataan tentang TikTok kepada reporter di Air Force One, saat penerbangan dari Florida ke Washington.

“Selama terkait TikTok, kami melarangnya dari Amerika Serikat,” pungkas Trump.

(LH)

Continue Reading

Techno

Tawari Layanan Berbayar, Twitter Survei Pengguna Tentang Calon Fitur Barunya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pihak Twitter telah mengonfirmasi bahwa perusahaannya akan menawarkan layanan berbayar. Saat ini, pihaknya tengah menyurvei para penggunanya dengan bertanya layanan berbayar yang ingin mereka dapatkan.

Sejumlah pengguna mengaku telah menerima survei ini. Mereka diminta memilih fitur yang paling penting dan kurang penting menurut mereka.

Adapun beberapa fitur yang ditampilkan dalam survei tersebut, di antaranya opsi untuk undo cuitan yang telah diunggah dan kemampuan untuk mengunggah video dengan durasi lebih panjang dan dengan resolusi lebih tinggi, dilansir dari The Verge, Minggu (2/8).

Berikut ini daftar lengkap calon fitur-fitur di Twitter versi berbayar nanti:

1. Tombol undo. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menarik kembali cuitan yang telah diunggah dengan jeda 30 detik.

2. Kemampuan untuk mengunggah video yang lebih panjang dan resolusi lebih tinggi.

3. Respons otomatis yang bisa dipilih untuk memberi balasan lebih cepat.

4. Badge khusus untuk profil. Contohnya, jurnalis bisa mendapat badge yang menunjukkan media tempatnya bekerja.

5. Stiker dan hashtag custom.

6. Insight untuk akun lain yang bisa memperlihatkan interaksi pengguna dengan pengguna lainnya.

7. Warna custom di aplikasi dan situs Twitter.

8. Fitur cari kerja, yang memungkinkan perusahaan untuk mengunggah lowongan kerja dan terhubung dengan calon kandidat.

9. ‘User roles’, yang memungkinkan organisasi besar atau bisnis untuk memberikan akun perusahaan kepada admin tanpa harus berbagi password.

10. Lebih sedikit iklan atau tidak sama sekali.

Kendati demikian, Twitter nampaknya khawatir akan adanya pengguna yang kontra dengan layanan berbayar ini. Sebab, dengan berbayar, fitur-fitur itu terbatas hanya untuk yang bersedia membayar.

Oleh karenanya, lebih lanjut, sebagian survei itu pun menanyakan apakah pengguna khawatir jika layanan ini mencederai Twitter, selaku platform terbuka.

Diketahui, kabar layanan berbayar Twitter sudah muncul sejak muncul lowongan pekerjaan untuk tim baru, Gryphon, yang akan membangun platform berlangganan untuk perusahaan.

Kemudian CEO Twitter Jack Dorsey mengonfirmasi hal ini dan mengatakan saat ini percobaan masih berada di tahap awal.

Layanan berbayar ini menjadi sumber pendapatan baru bagi Twitter yang pendapatannya menurun di kuartal ini.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC