Connect with us

Lifestyle & Sport

Tips Sederhana Menurunkan Kolesterol

Tayang

,

Channel9.id-Jakarta. Iduladha telah berlalu, namun persediaan daging merah untuk dimasak kemungkinan masih ada. Tak heran bila belakangan ini daging tersebut menjadi menu makan di rumah.

Terlalu banyak mengonsumsi daging merah, diketahui memicu peningkatan kolesterol. Belum lagi ditambah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang tak sehat dan berkolesterol, seperti memakan gorengan, minum minuman bergula, dan sebagainya.

Penyebab masalah kolesterol ialah tingginya tingkat kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein) dalam darah, yang bisa menyumbat pembuluh darah bila kadarnya tinggi.

Para ahli kesehatan bahkan mengatakan bahwa masalah kolesterol ini berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Franciscus Ari.

Ia mengatakan, kolesterol yang tinggi bisa membahayakan kesehatan, apalagi kenaikan kadar kolesterol biasanya tidak menampakkan gejala. “Risiko terjadinya kejadian yang fatal pun semakin meningkat. Maka itu, pemeriksaan berkala komponen lemak darah atau profil lipid menjadi hal yang penting untuk tetap dilakukan di masa pandemi ini,” sambungnya.

Oleh karenanya, disarankan untuk mengubah kebiasaan menjadi gaya hidup yang sehat. Adapun cara mudah menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah, di antaranya berikut ini.

1. Kurangi konsumsi gula
Satu cara mudah menurunkan kadar kolesterol yaitu dengan mengurangi konsumsi gula. Pembatasan ini juga dibarengi dengan pembatasan makanan tinggi karbohidrat. Jadi, tak hanya gula pasir, tetapi makanan seperti nasi putih, roti, serta minuman kemasan juga harus dikurangi.

2. Bumbu rempah
Beberapa rempah atau bumbu masak bermanfaat menurunkan kadar kolesterol jahat, di antaranya bawang putih, kayu manis, jahe, kunyit, dan kapulaga. Rempah ini bisa meningkatkan kesehatan jantung karena bisa menurunkan kolesterol jahat.

3. Aktif bergerak
Suatu penelitian membuktikan bahwa aktivitas fisik, seperti aerobik, kardio, dan angkat beban bisa mengurangi jumlah kolesterol jahat dalam darah. Untuk hasil maksimal, lakukanlah kardio minimal 150 menit per minggu.

4. Konsumsi sayur dan buah
Sayur dan buah kaya vitamin dan mineral, seperti Vitamin C, Vitamin E, folat dan selenium. Sebuah studi menemukan bahwa memperbanyak makan buah dan sayuran berkaitan dengan rendahnya jumlah kolesterol jahat.

Orang yang mengonsumsi empat porsi buah dan sayur setiap hari memiliki jumlah kolesterol jahat yang lebih rendah daripada mereka yang makan satu porsi. Selain itu, tingkat antioksidan serat pada tubuh juga jadi lebih tinggi. Sehingga, jantung bisa berfungsi lebih baik.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Pengrajin Eva Sanjaya Bersama Komunitas Buldom Crafter Sulap Limbah Bulu Domba Jadi Boneka

Published

on

By

Channel9.id-Sidoarjo. Limbah bulu domba kini bernilai ekonomi, dari tangan salah satu Pengrajin Eva Sanjaya bersama komunitas buldom crafter, limbah bulu domba di manfaatkan menjadi boneka, lukisan, bunga dan kerajinan lainnya, kerajinan ini berpusat di perumahan Griya Samudra Asri, Desa Kramat Jegu, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kerajinan dari bulu domba ini dijual dengan harga Rp 50.000 – Rp 900 ribu dan sudah di pasarkan ke Sidoarjo, Surabaya, Jember, Bondowoso hingga Aceh.

“Awal pemanfaatan bulu domba ini setelah melihat banyaknya limbah bulu domba dari sejumlah peternak di Sidoarjo. Daripada dibuang percuma” ucap Eva, selasa (4/8/20).

Dia menerangkan, bulu domba lebih dulu dihaluskan dan diberi pewarna tekstil sebelum disulap menjadi kerajinan. Kemudian, bulu domba dirangkai dengan jarum dan kertas khusus untuk menjadi lukisan.

Dalam sehari, Eva bersama komunitasnya mampu memproduksi 20 boneka dan dua lukisan bulu domba.

Eva bersama komunitas buldom crafter juga beberapa kali mengikuti pelatihan dan pameran, baik di jawa maupun luar jawa. Hal itu dilakukan untuk memperbaiki kualitas serta memperluas pangsa pasar.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Belajar Online Melulu, Berikut Cara Agar Anak Tak Kecanduan Gawai

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Masih banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PPJ) hingga saat ini. Alasan utama penerapan sistem ini ialah untuk mencegah penularan Covid-19.

Situasi pandemi ini memang memaksa anak-anak untuk lebih banyak tinggal di rumah dan mengikuti PJJ. Namun, kemudian muncul kekhawatiran soal penggunaan gawai atau ponsel yang tidak terkontrol.

Pasalnya, durasi waktu menatap layar saat ini meningkat dibanding masa sebelumnya. Oleh karenanya, Sekretaris Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dr Catharine Mayung Sambo, SpA(K) mengatakan anak-anak harus mendapat perhatian khusus dari orang tua, demi menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan gawai.

IDAI pun menyarankan sejumlah hal berikut ini agar anak tidak terlalu terikat dengan gawai.

1. Gunakan gawai sesuai usia
Untuk anak sekolah penggunaannya sesuai keperluan sekolah. Sedangkan, adik-adik yang lebih kecil tidak usah pakai gawai dulu.

2. Beri waktu dan ruang khusus
Orang tua mesti menyiapkan ruangan khusus untuk anak belajar di rumah. Tujuannya agar anak belajar di rumah dengan efektif dan orang tua bisa mengawasi penggunaan gawainya.

“Kalau sudah selesai waktunya (belajar), keluarlah dari ruangan tersebut dan tinggalkan gawainya di situ,” ujar dr Mayung, Senin (3/8).

3. Variasikan kegiatan
Orang tua sebaiknya selalu mendampingi anak dan mendiskusikan aktivitas selanjutnya yang akan mereka lakukan, setelah menggunakan gawai. Terlebih lagi jika anak masih di usia pra-sekolah.

4. Atur jadwal istirahat
Perhatikan jadwal istirahat anak. Setelah lelah menatap gawai, berikan anak waktu untuk istirahat. Misalnya dengan melakukan aktivitas fisik atau bermain.

Misalnya, setelah 45 menit hingga 1 jam menggunakan gawai, anak diajak bermain interaktif, makan, dan melakukan aktivitas fisik.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ramai Gilang Kain Jarik, Fetish tidak Melulu Penyakit Mental

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Beberapa hari terakhir, netizen dibuat geger dengan kasus Gilang bungkus kain jarik. Banyak orang yang akhirnya mengaku pernah menjadi korban penelitian palsu yang dilakukan Gilang.

Dikatehui, Gilang, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga meminta korbannya untuk membungkus dirinya sendiri. Kemudian, korban diminta mendokumentasikan dan mengirimkannya kepada Gilang.

Sebenarnya, ketertarikan seksual terhadap benda yang dianggap aneh tak hanya dilakukan oleh Gilang bungkus jarik. Ada banyak orang yang memiliki ketertarikan seksual dengan sepatu, patung, kayu, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, apakah ketertarikan seksual terhadap objek-objek aneh termasuk dalam penyakit mental? Mengutip dari Live Science, pertanyaan tersebut memiliki jawaban kondisional. Bisa saja ketertarikan seksual termasuk dalam penyakit mental, tapi tidak seharusnya.

Hasrat seksual terhadap hal tertentu yang dianggap menyimpang bisa disebut dengan fetish. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders mendeskripsikan fetish sebagai pengalaman multisensor.

Fetisisme adalah salah satu ketertarikan tak biasa yang dapat menyebabkan penyimpangan. Hal itu juga dikenal dengan sebutan paraphilias. Fetisisme tergolong sebagai penyimpangan jika sudah melewati batas, seperti membahayakan orang lain.

Dalam kasus Gilang bungkus kain jarik, fetis yang dimiliki tidak akan menjadi masalah jika tidak membahayakan orang lain. Namun, apa yang dilakukan Gilang ternyata sangat merugikan korban-korbannya. Hal itu tergolong dalam fetishistic disorder atau penyimpangan fetish.

Terkadang, tidak semua orang yang memiliki fetish merasa nyaman karena ia percaya bahwa ketertarikan seksualnya menyimpang. Hal penting yang perlu dilakukan saat memiliki fetish adalah mengaturnya agar tidak melewati batas dan merugikan orang lain.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC