Connect with us

Hukum

Kasus Hukum Rizieq, Arteria Dahlan: Polisi Lebih Tahu

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arteria Dahlan meyakini kepolisian akan bekerja profesional dalam menindaklanjuti laporan tindak pidana dengan terduga Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Untuk kasus yang dihadapi tersebut, pihak kepolisian dinilai lebih tahu mau dilanjutkan atau tidak,” kata Arteria di Jakarta, Rabu (11/11).

“Kalau masalah hukumnya itu urusan Habib Rizieq dengan aparat penegak hukum. Nah, ini kan negara Indonesia negara hukum. Jadi, tinggal dilihat ke sana,”sambungnya.

Baca juga: Henri Yosodiningrat Minta Polisi Proses Rizieq Shihab

Arteria menjelaskan polisi bertindak atas bukti-bukti yang ada sehingga jangan lagi ada pihak-pihak yang mengiring opini DPR dan juga pemerintah mengintervensi kasus hukum Rizieq Shihab.

“Tentunya kami ataupun Presiden Jokowi tidak bisa mengintervensi penegakan hukum maupun status hukumnya Habib Rizieq. Silakan ditanyakan kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.

Selain itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu juga menuturkan bahwa polisi bergerak atas bukti-bukti yang ada sehingga jangan dipersepsikan pihak kepolisian sengaja melakukan kriminalisasi terhadap Imam Besar FPI tersebut.

“Yang penting, polisi dalam menegakkan hukum selalu mengedepankan tentang hukumnya dan percayalah polisi saat ini juga mengedepankan tentang hukumnya. Tidak ada yang namanya kriminalisasi atau politisasi penegakan hukum. Semua ini ‘kan terawasi dengan baik,” ungkapnya.

Arteria mengatakan bahwa Komisi III DPR selalu mengawasi Polri dalam bertindak sehingga tidak mungkin polisi melakukan kriminalisasi dalam mengusut kasus Rizieq Shihab.

“Kami yang di Komisi III ini ‘kan ada fraksinya sembilan serta punya pandangan dan perspektifnya sendiri-sendiri. Pastinya membuat kerja-kerja kepolisian harus lebih hati-hati lagi. Percayalah Polri serius bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat hukum Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul menilai kasus hukum yang dituduhkan kepada Rizieq tidak lantas batal hanya karena yang bersangkutan bertahun-tahun ada di negara lain. Kalaupun sudah di-SP3 atau dihentikan, kata dia, bisa dibuka kembali asalkan ada bukti-bukti baru. Jika Habib Rizieq tidak terima kasus yang menjeratnya kembali dibuka, lanjut dia, bisa mengajukan praperadilan.‎

Sebagaimana diketahui, Rizieq meninggalkan Indonesia saat kasus dugaan chat pornografinya bersama Firza Husein menyeruak. Saat itu, Rizieq ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya. Namun, kemudian dihentikan atau SP3.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Dua Tersangka Kasus Korupsi Edhy Prabowo Serahkan Diri ke KPK

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, dua tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pegelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 telah menyerahkan diri.

Dua tersangka itu yakni Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) yang juga mantan Caleg PDIP dalam Pemilu 2019, Andreau Pribadi Misata (APM) dan Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).

Baca juga: Edhy Prabowo Diduga Terima Hadiah Terkait Perizinan Tambak Tahun 2020 

“Siang ini sekira pukul 12.00 WIB, kedua tersangka APM dan AM secara kooperatif telah menyerahkan diri dan menghadap penyidik KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (26/11).

Kedua tersangka tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya pasca penangkapan pada Rabu dini hari kemarin,” ujar Ali.

Diketahui sebelumnya, KPK resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka.

“Dari gelar perkara adanya tindakan penerima hadiah dari tambak dan perikanan dan sejenis lainnya tahun 2020 menetapkan 7 orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Rabu (25/11) malam.

Nawawi menyampaikan, tersangka lain memiliki inisial SAF, APM, SWD, AF, dan AM. Lima tersangka itu berstatus sebagai penerima hadiah. Sedangkan, tersangka yang diduga menjadi pemberi hadiah berinisial SJT.

Atas perbuatanya, penerima hadiah melanggar pasal 12 ayat 1 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Pemberi disangkakan pasal 5 ayat 1 a dan b, pasal 13 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001, jo pasal 64 ayat 1 KUHP,” kata Nawawi.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Dugaan Prostitusi Online, Dua Artis Diciduk Polisi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok mengamankan dua artis berinisial ST (27) dan MA (26) terkait dugaan prostitusi online. Keduanya ditangkap di sebuah hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/11) malam.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra membenarkan kabar penangkapan tersebut. Paksi menyebut, kedua artis tersebut diamankan bersama dua orang lainnya.

Baca juga: Bisnis Prostitusi Publik Figur, Muncikari Mendapat Keuntungan Rp16 Juta 

“Iya (artis) saat ini kami masih proses pendalaman. Nanti lebih jelasnya pada saat rilis,” kata Paksi kepada wartawan, Kamis (25/11).

Selain ST dan MA, juga turut diamankan seorang pria berinisial AR dan perempuan berinisial CS.

“Keduanya sudah kita bawa ke Polsek. Sabar yah, keduanya saat ini masih dalam pemeriksaan dan pendalaman petugas,” tandas Paksi.

Continue Reading

Hot Topic

Edhy Prabowo Minta Maaf Khianati Kepercayaan Jokowi dan Prabowo

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan yang juga Ketum Gerindra Prabowo Subianto usai ditetapkan tersangka.

“Pertama saya minta maaf kepada Bapak Presiden, saya telah menghianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak hal,” tutur Edhy di gedung KPK, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Baca juga: Jadi Tersangka, Edhy Prabowo Ditahan di Rutan KPK 

Kader Partai Gerindra tersebut resmi mengenakan rompi tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Perizinan Tambak, Usaha dan/atau Pengelolaan Perikanan atau Komoditas Perairan Sejenis Lainnya Tahun 2020.

Edhy yang masih tercantum sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra itu juga menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan menteri, maupun posisi struktural di kepartaian.

“Saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar partai saya. Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum,” kata Edhy.

“Juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri dan saya yakin prosesnya sudah berjalan,” tambahnya.

Dalam kasus ini, seperti diketahui, Edhy Prabowo dicokok penyidik KPK dalam OTT yang digelar di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dini hari kemarin. Menteri Kelautan dan Perikanan itu ditangkap usai tiba di RI dari Amerika Serikat (AS). Edhy dijerat Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC