Opini

Perspektif Migas Dianggap Sebagai Industri Diambang Senja (Part 1)

Oleh: Arcandra Tahar*

Channel9.id-Jakarta. Mungkin banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa industri minyak dan gas (migas) dimulai dengan ditemukannya sumber minyak di wilayah timur Amerika Serikat, tepatnya disekitar Pennsylvania dan Ohio. Pada saat itu minyak diperoleh tidak dari dalam perut bumi tapi dari genangan-genangan minyak yang terkumpul di permukaan bumi seperti dari sungai-sungai kecil.  Perusahaan minyak pertama adalah Pennsylvania Rock Oil Company yang berdiri pada tahun 1850.

Industri migas seringkali diasosiasikan dengan negara-negara Timur Tengah, terutama Arab Saudi. Namun bukan negara di Timur Tengah yang pertama mengeksploitasi migas untuk peradaban manusia.  Arab Saudi pada suatu masa memang pernah menjadi negara produsen minyak terbesar dunia, tapi negara itu bukan yang pertama punya ide bagaimana minyak diproduksi dan digunakan untuk apa.

Banyak yang berpendapat bahwa semangat untuk menjadi yang terdepan dalam memajukan peradaban manusia kearah yang lebih baik, selalu mewarnai sejarah perkembangan teknologi di Amerika Serikat. Beberapa contoh diantaranya, teknologi di bidang migas, pembangkit listrik, bola lampu di akhir abad ke-19, sampai pada zaman sekarang dengan berdirinya Microsoft, Apple, Whatsapp, Facebook, Google, SpaceX, Tesla dan masih banyak yang lain.

Kembali ke topik bahasan kita tentang industri migas, sebenarnya sewaktu ditemukan minyak untuk pertama kali, gunanya buat apa? Industri otomotif belum ada, pesawat juga belum ditemukan, ide tentang pembangkit listrik belum terpikirkan sementara kapal laut menggunakan batubara untuk menggerakkan mesin uapnya.

Minyak pertama kali ditemukan dan diproduksi dengan cara yang sederhana yaitu disuling untuk mendapatkan produk yang diberi nama dengan kerosene atau minyak tanah. Kerosene ini artinya new light atau cahaya baru yang bisa menggantikan alat penerangan yang berasal dari api kayu bakar. Kenapa kata kerosene menjadi minyak tanah dalam Bahasa Indonesia? Wah ini mungkin perlu pembahasan terpisah kalau ada yang tahu sejarahnya.

Jadi kerosene digunakan untuk lampu teplok dengan menggunakan sumbu yang dibakar sehingga menghasilkan api secara kontinyu. Produk penyulingan lain seperti gasoline (bensin) dan diesel tidak bisa dimanfaatkan dan kebanyakan dibuang.

Selain digunakan sebagai penerangan (illuminator), crude oil (minyak mentah) yang dulunya dinamakan dengan rock oil (untuk membedakan dengan vegetable oil) digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi dan sakit perut. Menarik untuk memahami bahwa obat yang berasal bukan dari bahan alam (herbal remedies) sudah mulai diperkenalkan pada saat ditemukan minyak di Amerika Serikat.

Dengan digunakannya kerosene untuk lampu teplok, muncul dua tantangan yang perlu dicarikan solusinya. Pertama berkenaan dengan bagaimana mencari suplai minyak yang cukup dan kedua bagaimana memproduksi lampu teplok dengan harga yang murah tapi menghasilkan sedikit asap dan tidak bau. Sebenarnya, pada saat itu, kerosene sudah bisa dihasilkan lewat batubara tapi biayanya jauh lebih mahal.

Kekhawatiran mengenai suplai sangat beralasan. Kenapa? Rock oil yang diperoleh waktu itu berasal dari luapan minyak yang sampai ke permukaan tanah dan terkumpul di sungai-sungai kecil. Teknologi untuk menggali minyak di dalam tanah seperti menggali air sumur belum terpikirkan. Sampai akhirnya muncul ide menggunakan alat pengeboran yang digunakan untuk menambang garam.

Di bulan Agustus 1859 teknologi drilling yang menggunakan derick pertama kali berhasil memproduksi rock oil dari kedalaman 69 feet. Sejalan dengan mulai banyaknya suplai rock oil, refinery juga tumbuh subur. Setidaknya sudah ada sekitar 20 refinary di sekitar Pennsylvania, New York, Ohio dan Pittsburgh. Kerosene yang dihasilkan dari rock oil jauh lebih murah daripada dari batubara. Akibatnya, banyak refinery untuk batubara yang tutup atau berubah menjadi refinery untuk rock oil.

Salah satu refinery terbesar saat itu adalah Standard Oil yang beroperasi di Cleveland Ohio. John D. Rockefeller menjadi pemilik tunggal perusahaan ini di tahun 1865 setelah mengambil alih saham dari partner yang lain. Kata Standard dipakai sebagai nama perusahaan untuk menunjukan bahwa kerosene yang dihasilkan dengan standard kemurnian tinggi.

Dapat dibayangkan jika kerosene yang digunakan untuk lampu teplok bercampur dengan bensin maka lampunya akan meledak. Angka kebakaran akibat kerosene yang tidak murni sering terjadi pada saat itu dan mengakibatkan banyak korban jiwa.

Bagaimana hubungan Standard Oil (SO) dengan Exxon, Chevron, MobilOil, Conoco dan Arco? Apakah kekhawatiran akan berakhirnya masa keemasan industri minyak sudah terjadi pada tahun-tahun awal 1900an? Kita lanjutkan pada tulisan berikutnya, Insyaa Allah.

*Wakil Menteri ESDM Kabinet Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +    =  10