Hot Topic Hukum

Polres Lamandau Gagalkan Peredaran 33,8 Kg Narkoba, Terbesar di Kalteng dalam 5 Tahun Terakhir

Channel9.id – Jakarta. Polres Lamandau berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkoba terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng) selama kurun waktu lima tahun terakhir. Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus ini sebanyak 33,8 kilogram (kg) narkoba dari lima orang tersangka.

“Alhamdulillah dari tiga kasus atau laporan Polisi yang masuk ke Polres Lamandau terkait tindak pidana narkotika, semua berhasil ditangani dengan baik dan tuntas,” ujar Kapolda Kalteng Irjen Djoko Poerwanto didampingi Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono dalam konferensi pers di halaman Mapolres Lamandau, Rabu (22/5/2024).

Djoko menuturkan, kelima pelaku yang berhasil diamankan tersebut di antaranya HM dan YL dengan barang bukti 33 paket platik bungkus berisi sabu dengan total berat sebanyak 33,6 kg.

Selanjutnya, IB dan AR dengan barang bukti yang diamankan sebanyak dua paket klip berisi sabu dengan berat 182,5 gram. Sedangkan satu pelaku berinisial ML diamankan dengan barang bukti empat paket sabu seberat 13,4 gram.

“Untuk barang bukti yang berhasil disita dari para pelaku tersebut, berasal dari Pontianak (Kalbar) yang dibawa melalui jalur darat untuk diedarkan di wilayah Kalteng dan Kalsel,” terang Djoko.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberantas penyalahgunaan peredaran gelap narkoba.

“Tentunya juga akan manggandeng berbagai pihak demi mewujudkan Kalteng Bersinar (Bersih dari Sindikat Narkoba),” terangnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji menambahkan, penyidik juga menemukan adanya kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari pengembangan kasus tindak pidana narkoba tersebut.

“Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, setidaknya aparat penegak hukum berhasil mengamankan, tiga unit R4 merk Toyota, satu unit R2 merk Honda, enam gawai dan uang tunai Rp.2.200.000,00, serta ATM dan narkoba jenis sabu seberat 33,8 KG,” urainya.

Pada kasus tersebut, lanjut Erlan, para pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Adapun ancaman hukuman yang disangkakan, minimal 5 (lima) tahun penjara dan denda Rp.1 Milyar dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau mati dan denda Rp.10 Milyar,” tandasnya.

Kegiatan konfrensi pers ini diakhiri dengan pemusnahan 33,8 kg narkoba oleh Kapolda Kalteng bersama sejumlah pejabat utama Polda serta Forkopimda Kabupaten Lamandau yang hadir dalam acara tersebut.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

31  +    =  41