Techno

Review Huawei Mate 20 Pro, Pesaing Berat Note 9 dan iPhone XS

Sebagai smartphone flagship, Huawei tentunya membekali Mate 20 Pro dengan performa mumpuni. Namun tidak seperti beberapa produk flagship lain yang menggunakan Snapdragon 845 seperti Galaxy S9 dan LG G7, Huawei menggunakan chipset buatannya sendiri, Kirin 980.

Huawei Mate 20 Pro dibangun menggunakan arsitektur 7nm, seperti Apple A12 Bionic yang digunakan seri iPhone 2018. Berdasarkan hasil benchmark AnTuTu, smartphone ini memiliki skor 273977.

Selama kami mencobanya selama sepekan terakhir, Mate 20 Pro memiliki respons yang cepat, termasuk ketika membuka aplikasi dan tidak ada lag terasa. Hal yang sama juga terasa ketika beberapa aplikasi berjalan di background.

Tidak hanya itu, saat bermain gim pun tidak ada kendala. Selama masa review, gim yang dicoba pada perangkat ini adalah PUBG Mobile.

Pengaturan PUBG Mobile di Huawei Mate 20 Pro

Pengaturan PUBG Mobile di Huawei Mate 20 Pro

Ketika memasang gim ini, level grafis yang diatur secara bawaan adalah “High”. Pengalaman bermain pun berjalan dengan baik, tidak ada lag dan desain layar edges curve menambah kenyamanan saat menggenggam smartphone ini dalam mode landscape.

Mengenai sensor sidik jari, fitur ini bekerja dengan cukup responsif. Sebelum menggunakan fitur ini, pengguna harus merekam data sidik jarinya terlebih dahulu dan kode PIN. Proses pembuatannya tidak terlalu lama.

Tampilan sensor sidik jari di layar Huawei Mate 20 Pro (Andina Librianty/Channel9.id)

Fitur fingerprint ID Huawei Mate 20 Pro (Foto: Andina Librianty/Channel9.id)

Sensor sidik jari ini memiliki beberapa fungsi, tapi utamanya adalah untuk membuka kunci perangkat. Huawei Mate 20 Pro bisa menyimpan data hingga lima sidik jari.

Fitur face recognition Huawei Mate 20 Pro (Foto: Andina Librianty/Channel9.id)

Selain sensor sidik jari, Mate 20 Pro juga dilengkapi dengan fitur keamanan lain yakni face recognition (pengenalan wajah). Kami juga mencobanya, dan fitur tersebut berkerja dengan cukup baik untuk mengenali objek, meski sempat beberapa kali mengalami kegagalan.

Baterai

Untuk urusan baterai, pengguna Mate 20 Pro akan cukup dimanjakan. Selama kami mencoba smartphone ini, pengisian baterai dengan Super Charging (40-watt) membutuhkan waktu satu jam untuk mencapai 100 persen.

Super charging

Untuk daya tahannya sendiri, baterai dapat bertahan selama dua hari dengan penggunaan normal seperti mengakses media sosial Instagram, browsing, Netfilx, dan memotret. Namun daya tahan baterai ini sebaiknya tidak dijadikan patokan, mengingat aktivitas setiap orang yang berbeda ketika menggunakan smartphone.

Hauwei Mate 20 Pro memang merupakan flagship premium yang bisa bersaing dengan para kompetitornya, tapi bukan berarti smartphone ini sempurna 100 persen.

Absennya slot kartu microSD cukup menjadi perhatian, mengingat kebanyakan smartphone saat ini masih menggunakan media penyimpanan tersebut. Huawei menggantikannya dengan Nano Memory (NM) dan memiliki ukuran fisik lebih kecil daripada microSD.

Hal ini cukup menganggu karena artinya, konsumen tidak lagi bisa menggunakan microSD mereka pada ponsel lain di Mate 20 Pro. Sejauh ini, NM masih eksklusif dijual oleh Huawei dan belum ada informasi baru mengenai rencana produksinya oleh perusahaan lain.

Kendati demikian, konsumen masih bisa mengandalkan kapasitas memori internal Mate 20 Pro yang cukup besar yakni 128GB dan 256GB, sampai NM tersedia luas.

Bagian bawah Huawei Mate 20 Pro yang merupakan letak port USB Type-C, kartu SIM dan nano memory (Andina Librianty/Channel9.id)

Huawei Mate 20 Pro tidak memiliki speaker grille. Suara dari Mate 20 Pro justru keluar dari port USB-C dan earpice. Kendati demikian, kualitas suaranya terdengar solid.

Permasalahannya, ketika smartphone melakukan pengisian daya baterai, maka suara yang keluar dari bagian port USB-C akan sedikit meredup. Namun, suaranya masih terdengar dengan jelas dan tidak begitu mengganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

33  +    =  42