Huntara sumut/baru
Nasional

143 Sistem Air Minum di Sumatera Kembali Beroperasi Pascabencana

Channel9.id, Jakarta. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan sebagian besar sistem penyediaan air minum (SPAM) yang terdampak bencana di wilayah Sumatera telah kembali beroperasi. Hingga 2 Februari 2026, sebanyak 143 unit SPAM sudah difungsikan kembali atau setara 82 persen dari total 176 instalasi yang sebelumnya mengalami gangguan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat, terutama saat masa tanggap darurat. Karena itu, pemulihan layanan air minum menjadi prioritas utama pemerintah, baik melalui perbaikan jaringan utama maupun penyediaan fasilitas darurat.

“Air bersih dan sanitasi adalah kebutuhan pokok. Sejak awal kondisi darurat, kami berupaya memastikan pasokan tetap tersedia lewat rehabilitasi SPAM dan dukungan sarana sementara,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026).

Dari ratusan SPAM yang telah aktif kembali, kapasitas layanan air minum yang berhasil dipulihkan kini mencapai lebih dari 5.300 liter per detik. Pasokan tersebut telah menjangkau permukiman warga hingga lokasi pengungsian di berbagai daerah terdampak.

Di Provinsi Aceh, perbaikan dilakukan terhadap 71 SPAM yang tersebar di 10 kabupaten/kota dengan total kapasitas 2.177 liter per detik. Hingga kini, 54 instalasi telah kembali berfungsi dan mampu menyuplai sekitar 1.595 liter per detik, seiring percepatan perbaikan instalasi pengolahan dan jaringan distribusi.

Sementara di Sumatera Utara, dari 45 SPAM terdampak di sembilan daerah, sebanyak 37 unit sudah beroperasi kembali dengan kapasitas 1.445 liter per detik. Sisanya masih dalam tahap penyesuaian teknis sebelum penanganan lanjutan dilakukan.

Adapun di Sumatera Barat, pemerintah menangani 60 SPAM yang tersebar di 13 kabupaten/kota dengan kapasitas total 2.663 liter per detik. Sebanyak 52 unit di antaranya telah pulih dan kembali melayani masyarakat dengan kapasitas 2.263 liter per detik. Penyelesaian permanen ditargetkan berlangsung bertahap hingga Agustus 2028.

Selain memperbaiki infrastruktur utama, Kementerian PU juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya pulih. Tercatat 537 unit sarana darurat telah disiagakan di seluruh Sumatera, meliputi instalasi pengolahan air bergerak, mobil tangki, hidran umum, toren, unit air siap minum, serta fasilitas sanitasi seperti toilet portabel dan toilet darurat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses rehabilitasi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  43  =  45