Connect with us

Hot Topic

Kuasa Hukum : Kasus Mantan Dirkeu AP II Faktanya Adalah Utang Piutang

Tayang

,

Channel9.id- Jakarta. Mantan  Direktur  AP II, Andra Y. Agussalam hari ini menjalani sidang perdana, dalam kasus dugaan suap proyek  semi baggage handling system (BHS) di Pengadilan  Tindak Pidana Tipikor, Jakarta Pusat (8/1/2020). Dalam dakwaan yang dibacakan oleh  Haerudin  Jaksa Penuntut Umum mengatakan terdakwa menerima uang secara bertahap dengan jumlah USD 71.000 dan SGD 96.700 dari Darman Mappangara.

Padahal menurut Jaksa patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut untuk menggerakan agar melakukan sesuatu dalam kapasitasnya sebagai Direktur Keuangan AP II.

Menanggapi dakwaan jaksa tersebut, tim kuasa hukum  secara lisan mengatakan dalam dakwaannya jaksa penyerahan  uang dari Darman kepada  Andra  melalui Taswin Andi Nur  sebesar  USD 71.000 dan SGD 96.700 seolah-olah sebagai upaya suap. Namun begitu, Jaksa mengabaikan fakta-fakta  yang menyangkut penyerahan uang dari Andra kepada  Darman.

Padahal fakta-fakta yang menyangkut penyerahan uang dari Darman kepada Andra atau sebaliknya berasal dari keterangan saksi-saksi yang diperiksa dan dibuatkan BAP-nya.

 Hal tersebut menurut  tim kuasa hukum mengakibatkan kesimpulan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum tidak obyektif dan mencederai proses keadilan. “ Jaksa umum melihat hal tersebut sebagai suap, padahal faktanya adalah utang piutang dan itu akan kita buktikan dalam persidangan,” jelas  Yayan Abdul Wahid SH, Tim Kuasa Hukum Andra Y. Agussalam.

Terhadap tanggapan lisan yang disampaikan oleh tim kuasa hukum, Fasal Hendri, Ketua Majelis Hakim meminta agar nantinya bisa dibuktikan dalam persidangan.  “Dengan memeriksa saksi-saksi ahli dan barang bukti nanti akan kita gelar dalam persidangan,” jelas Ketua Majelis Hakim.

Majelis Hakim juga meminta agar Tim Kuasa Hukum  menyampaikan keberatannya dalam nota pembelaan.” Nanti akan kami pertimbangkan semuanya. Ada ruang tersendiri, untuk menyampaikan keberatan tersebut,” tambahnya.  Selanjutnya sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktikan dan pemeriksaan saksi pada minggu depan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

RSCM Kebanjiran, Faskes Cek Alat Radiologi yang Terpapar Banjir

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Hujan yang mengguyur kawasan Jabodetabek dari Sabtu Malam hingga minggu pagi menyebabkan beberapa kawasan di Jakarta kebanjiran. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, salah satu yang ikut kebanjiran.

Pemantauan Channel9.id di kawasan dengan RSCM, di sungai Ciliwung Lama yang membentang sepanjang Jalan Kimia di samping RSCM pada Sabtu sore, air sudah naik tinggi.

Walaupun air sempat menggenang di RSCM pada Minggu pagi (23/2/20) pihak RSCM dalam releasenya kepada media menyatakan bahwa pelayanan tidak terganggu. Sebelumnya ramai di media sosial, gambar-gambar ruangan RSCM yang tergenang air.

Menurut Humas RSCM, Dr. Ananto, pihaknya perlu menyampaikan berita seputar banjir yang menyebabkan rusaknya alat medis. Pihak Humas RSCM pun perlu membuat kronologis kejadian.

Pada pukul 05.00 WIB telah terjadi genangan air setinggi mata kaki (sekitar 8 cm) akibat hujan yang cukup deras di sepanjang selasar Gedung GH RSCM , yang berdampak juga masuknya air tersebut ke beberapa ruangan seperti radiologi dan radioterapi.

“Pada pukul 08.00 WIB, genangan air tersebut telah surut dan lokasi pelayanan seperti radiologi dan radioterapi telah selesai dibersihkan. Sampai saat ini pelayanan pasien di RSCM tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasa baik itu di ruang gawat darurat (IGD) maupun di ruang rawat inap,’ kata Dr Ananto pada keterangan tertulisnya.

RSCM, sebagai salah satu objek vital nasional, seharusnya bisa diminimalisir dari dampak kebanjiran. Apalagi, sebagai pusat rujukan nasional, RSCM menjadi rumah sakit paling vital di Jakarta.

Continue Reading

Hot Topic

Percaya Mitos Berenang Bisa Hamil Mundur ke Zaman Jaka Tarub

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polemik yang sedang ramai di publik oleh pernyataan salah satu komisioner Komisi Perlindungan Anak KPAI Sitti Hikmawatty, mendapat tanggapan publik seolah menjadi kemunduran berpikir pejabat publik kita.

Sebelumnya Sitti Hikmawatty mengatakan bahwa pemikirannya yang didapat dari jurnal di luar negeri. “Pertemuan yang tidak langsung misalnya ada sebuah mediasi di kolam renang. Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi tetapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma dapat berindikasi hamil. Kalau perempuannya sedang fase subur itu bisa saja terjadi”, kata Sitti kepada media.

Kontan, pernyataan ramai dan menjadi viral di publik. Beragam komentar pun bermunculan, lebih banyak menyayangkan kualitas pernyataan pejabat publik yang sulit dipertanggungjawabkan itu, karena sejak ratusan abad lalu, bahkan sejak Nawangwulan mandi di telaga dan ketemu Jaka Tarub sampai kini zaman modern belum pernah ditemukan kasus perempuan hamil karena berenang.

Alisa Wahid, Putri Presiden Abdurrahman Wahid dalam akun twitter mengomentari kualitas anggota KPAI ini dengan menyebut, dengan mempertanyakan kualitas seleksi untuk menjadi komisioner KPAI.

“Ada banyak hal di otak saya saat membaca seorang komisioner KPAI, pejabat publik yang dipilih melalui pansel, berpendapat seperti ini. (1) Ini efek Pendidikan Kespro (Kesehatan Reproduksi, red) yang selama ini (2) Proses seleksi KPAI bagaimana (3) Kebijakan KPAI ini bagaimana ya?” tulisan Alissa di akun Twitternya.

Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Bersatu, Dr. James Allan Rarung SpOG, yang juga dokter spesialis kandungan pada Rumah Sakit TNI AD Manado, mengatakan pernyataan itu mirip hoax. Walaupun sepertinya didapat sumber ilmiah, tetapi belum pernah ada yang membuktikan hal itu terjadi.

“Sperma cepat mati jika berada di luar, kecuali dalam media percobaan yang direkayasa mirip kondisi organ kewanitaan. Dan media itu bukan air seperti di kolam renang,” katanya dalam satu wawancara dengan Radio El Shinta di Jakarta Minggu (23/2/20).

Susanto ketua KPAI mengatakan pihaknya akan mengusut kebenaran pernyataan komisionernya tersebut. “Narasi berita tersebut menimbulkan kontroversi di media sosial dan masyarakat. Mengenai kebenaran narasi tersebut, kami akan konfirmasi kepada yang bersangkutan,” katanya.

Memang tidak kali ini saja Komisioner Sitti Hikmawatty membuat gempar. Sebelumnya, ia pernah membuat geger setelah mengkritisi seleksi, PB DJarum dalam audisi anak-anak untuk atlet-atlet bulu tangkis Indonesia.

Continue Reading

Hot Topic

Insiden Siswa Hanyut, Polisi Yogyakarta Menetapkan Satu Tersangka

Published

on

By

Channel9.id-Sleman. Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu tersangka, IYA, terkait insiden hanyutnya ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Turi, Sleman, Jumat, 21 Februari 2020. “Kami sudah menaikkan status salah satu dari para saksi dengan inisial IYA menjadi tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Pol Yuliyanto, Sabtu, 22 Februari 2020.

Menurut Yuliyanto, IYA, merupakan salah satu pembina pramuka sekaligus guru olah raga di SMPN 1 Turi. Dia ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dipimpin Direktur Reserser Kriminal Umum Polda Yogyakarta AKBP Burkan Rudy Satria, Sabtu, 22 Februari 2020.

“Sampai saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan, dilakukan berita acara pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Yuliyanto.

Tersangka, kata Yuliyanto, diduga melanggar Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dan Pasal 360 karena kelalaiannya yang menyebabkan orang luka-luka. “Ancamannya masing-masing (pasal) lima tahun (kurungan).”

Menurut Yuliyanto, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang yang terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah tujuh pembina Pramuka. “Dari tujuh orang (pembina) ini, enam orang ikut ke lokasi, yang satu orang tinggal di sekolah menunggu barang anak-anak itu. Enam orang itu ikut mengantar anak-anak ke sungai. Dari enam orang itu empat turun ke sungai,” ujarnya.

Berikutnya, kelompok kedua yang diperiksa adalah unsur Kwartir Cabang Kabupaten Sleman yang terdiri tiga orang. Menurut Yuliyanto, tiga orang itu diperiksa untuk mengetahui bagaimana aturan yang ada berkaitan dengan manajemen risiko kegiatan Pramuka.

Adapun kelompok ketiga adalah warga yang tengah berada di lokasi kejadian kecelakaan sungai. Sebagian diantaranya merupakan pengelola wisata di Lembah Sempor. Menurut Yuliyanto, jumlah tersangka tidak menutup kemungkinan masih bisa bertambah seiring dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang masih akan terus dilakukan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY hingga Sabtu, 22 Februari 2020, mencatat total murid yang melakukan aktivitas susur sungai berjumlah 249 murid. Terdiri dari kelas VII sejumlah 124 murid dan dan kelas VIII sebanyak 125 murid. Posko mencatat 216 murid selamat sedangkan 23 murid luka-luka. Sedangkan delapan murid meninggal dunia terserat arus sungai

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC