Connect with us

Nasional

Komisi II Minta Komisioner KPU Wahyu Setiawan Diganti

Tayang

,

Channel9.idKomisi II DPR RI akan gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Komisi II meminta Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang ditahan KPK segera diganti.

“Kami mendesak agar proses pergantian antarwaktu segera dilakukan agar tim KPU dapat segera bekerja dalam rangka menyambut proses Pilkada,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi kepada wartawan, Selasa (14/1).

RDP Komisi II dengan KPU, Bawaslu, dan DKPP dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Arwani menyebut Komisi II juga akan menanyakan mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR di kalangan internal KPU.

“Kami akan pertanyakan mekanisme di internal dalam urusan PAW anggota DPR dan lain-lain. Bagaimana mekanisme pengawasan di internal. Bagaimana langkah KPU secara konkret agar peristiwa serupa (OTT komisioner KPU) tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Arwani minta KPU segera perbaiki sistem pengawasan internal. Dia meminta Bawaslu dan DKPP aktif memantau KPU.

“Oleh karenanya, perbaikan dan pembentukan sistem di internal harus segera dilakukan KPU. Stakeholder pemilu seperti Bawaslu dan DKPP juga harus aktif agar masalah serupa dan sejenis tidak terjadi kembali,” ucap Arwani.

Selain itu, Arwani tak sepakat ada gagasan yang merendahkan seluruh Komisioner KPU gara-gara Wahyu kena OTT KPK. Dia mengingatkan masalah yang dialami Wahyu merupakan ranah penegakan hukum.

“Kami tidak setuju dengan gagasan men-downgrade seluruh komisioner KPU terkait peristiwa OTT ini. Apalagi, masalah ini telah masuk dalam ranah penegakan hukum,” tutur politikus PPP.

(vru)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Obituari: Perjalanan Akademik Prof. Cornelis Lay

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Keluaga Besar FISIPOL UGM kehilangan salah seorang dosen terbaiknya, Prof  Dr. Cornelis Lay, MA. Guru besar yang baru dikukuhkan FISIPOL UGM tahun 2019 meninggal dunia pada hari Rabu (4/8) sekira pukul 04.00 wib di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Dalam perjalanan karir akademik di FISIPOL UGM, Mas Conny demikian sapaan akrab Prof. Dr. Cornelis Lay, baru setahun dikukuhkan sebagai guru besar.

Cornelis Lay resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (6/2/2019). Akademisi berusia 60 tahun yang juga pengagum Bung Karno ini menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Jalan Ketiga Peran Intelektual: Konvergensi Kekuasaan dan Kemanusiaan” di Balai Senat UGM, Yogyakarta, sebelum pengukuhannya. Berikut ini sejarah hidup Cornelis Lay.

Cornelis Lay dilahirkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tanggal 6 September 1959. Cornelis Lay meniti karier akademis yang cukup panjang. Ia memperoleh gelar Bachelor of Arts (B.A.) dari Jurusan Ilmu Pemerintahan (sekarang Jurusan Politik dan Pemerintahan) Fisipol UGM pada 1984.

Cornelis Lay adalah pengagum berat Ir. Sukarno. Semasa menjadi mahasiswa di UGM, ia juga aktif dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Cornelis Lay tercatat sebagai salah satu anggota tim ahli Persatuan Alumni (PA) GMNI.

Dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar, Cornelis Lay berucap, “Untuk Mbak Megawati Soekarnoputri, alm. Mas TK (Taufik Kiemas), dan tokoh-tokoh partai politik terutama dari PDI hingga generasi PDI Perjuangan, ucapan terima kasih saya haturkan untuk rangkaian pengalaman yang saya alami bersama.”

Tahun 1987, titel Doktorandus (Drs.) melengkapi gelar S1 Cornelis Lay di jurusan dan perguruan tinggi yang sama. Setelah itu, ia menjadi staf pengajar di almamaternya sekaligus peneliti Pusat Antar Universitas (PAU) Studi Sosial.

Cornelis Lay melanjutkan studi di St. Mary’s University, Halifax, Kanada, dan merengkuh gelar Master of Arts (M.A.) dalam bidang International Development Studies pada 1992.

Kembali mengabdikan diri di kampus biru, Cornelis Lay pernah menjabat sebagai Kepala Unit Penelitian serta Pembantu Dekan III Bidang Penelitian dan Kerja Sama (2008-2010) Fisipol UGM.

Sebelumnya, pada 2000-2004, suami dari Jeanne Cynthia Lay Lokollo ini ditunjuk menjadi Kepala Biro Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri di Kantor Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu.

Cornelis Lay adalah peneliti di Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) UGM sejak 2009. Ia juga pernah menjadi peneliti tamu di sejumlah institusi luar negeri, termasuk Flinders University (Australia) pada 1995, Agder College University (Norwegia) pada 2001-2002, Massachussets University (AS) pada 2008, KITLV (Belanda) pada 2010, dan lainnya.

Ayah dari Dhiera Anarchy Rihi Lay dan Dhivana Anarsya Ria Lay ini telah menghasilkan banyak sekali karya, baik berupa buku, tulisan ilmiah atau hasil penelitian, maupun berbagai judul artikel yang dimuat di media massa.

Salah satunya adalah tulisan Cornelis Lay bersama Prof. Dr. Pratikno dengan judul “From Populism to Democratic Polity, Problems and Challenges in Solo, Indonesia”. Tulisan ini terhimpun dalam buku Democratisation in the Global South: The Importance of Transformative Politics (2013) suntingan K. Stokke dan O. Törnquist.

Cornelis Lay bersama Wawan Mas’udi, juga pernah bertindak sebagai editor untuk buku berjudul The Politics of Welfare: Contested Welfare Regimes in Indonesia yang diterbitkan pada 2018 lalu.

Pada 2018 pula, tulisan Cornelis Lay dengan judul “Hometown Volunteers: A Case Study of Volunteers Organizations in Surakarta Supporting Joko Widodo’s Presidential Campaign” dimuat dalam Copenhagen Journal of Asian Studies.

Sejak 2016, Cornelis Lay menjabat sebagai Kepala Research Center for Politics and Government (PolGov) di Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, hingga akhirnya dikukuhkan menjadi guru besar di almamaternya itu pada 6 Februari 2019.

Continue Reading

Nasional

Erick Thohir: Bio Farma Akan Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Akhir 2020

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri BUMN Erick Thohir, memastikan Bio Farma bakal memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun akhir tahun 2020. Hal ini disampaikannya saat meninjau laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma, perusahaan induk BUMN di bidang farmasi, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (04/08).

“Saya memastikan Bio Farma saat ini sudah siap memproduksi 100 juta dosis vaksin Covid-19 per tahun dan akhir tahun siap memproduksi 250 juta dosis per tahun,” ujar Erick.

Dalam kunjungan tersebut, Erick juga memastikan kesiapan uji klinis fase 3 calon vaksin Covid-19 hasil kolaborasi bersama Sinovac.

Ia menyebut salah satu fokus utama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah melipatgandakan ketersediaan vaksin dan terapi pengobatan yang sangat krusial untuk mengatasi pandemi.

Lebih lanjut Erick mengatakan, untuk tidak meragukan kemampuan Bio Farma yang telah memproduksi vaksin sejak 1890. Tak hanya itu, Bio Farma pun telah dipercaya lebih dari 150 negara dalam memproduksi 15 jenis vaksin, dengan pangsa pasar 75% vaksin polio yang menyebar di seluruh dunia.

“Jangan ragukan kemampuan Bio Farma yang sudah teruji, baik untuk memproduksi vaksin yang dihasilkan dari kerjasama dengan negara lain juga vaksin murni karya Bio Farma sendiri. Ini karya anak bangsa. Kita maksimalkan uji klinis dan produksi vaksin Covid-19 agar tahun depan masyarakat dapat segera diimunisasi,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

Pemerintah Berencana Berikan Santunan Bagi Pegawai Bergaji di Bawah Rp5 Juta

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk memberikan santunan bagi para pegawai yang bekerja di sektor swasta namun gajinya di bawah Rp 5 juta. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dikabarkan bakal memberikan alokasi santunan tersebut hingga 6 bulan.

Skema ini masuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Nantinya setiap masyarakat yang bergaji di bawah Rp 5 juta dan bergerak di sektor-sektor yang ditetapkan pemerintah maka akan diberikan santunan tambahan selama 6 bulan lamanya.

Rencana tersebut terungkap dan tengah difinalisasi. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan bantuan seperti voucher makanan hingga sektor pariwisata.

“Insyallah, tunggu tanggal mainnya ya,” kata Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (04/08/2020).

Mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebelumnya juga sudah disarankan oleh Ekonom Senior Faisal Basri. Ia menilai, belanja pemerintah dalam perlindungan sosial penanganan covid-19, terutama bantuan sembako tidak berdampak luas terhadap rakyat kecil.

Faisal Basri menilai, bantuan kepada masyarakat bisa diberikan dalam BLT, di mana masyarakat yang menerima nantinya bisa langsung membelikan kebutuhannya di warung-warung dan pasar tradisional, yang pada akhirnya hal itu bisa menggerakkan ekonomi rakyat kecil.

“Rakyat sepatutnya dikasih uang, keluarga yang memiliki anggota keluarga dibates gak butuh beras dan gula. Keluarga yang memiliki bayi, akan alokasikan buat beli susu. Seluruh rakyat dipukul rata, dikasih mie instan, gula, beras, yang mungkin gak ada gunanya,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual pada 20 Juli 2020 lalu.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC