Connect with us

Techno

Penjelasan Facebook Soal Auto Like Fanpage Anies Baswedan

Tayang

,

Channel9.id-Jakarta. Belakangan ini, beberapa pengguna Facebook memprotes ke Facebook lantaran akun mereka memberi ‘like’ atau menyukai fanpage Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara otomatis. Padahal mereka tak pernah menyukai fanpage sang gubernur.

Menganggapi hal itu, Juru Bicara Facebook Indonesia kemudian membagikan tautan ke pusat bantuan yang berisi cara-cara konversi akun pribadi menjadi halaman (page). https://m.facebook.com/help/116067818477568

Pada laman tersebut, Facebook mengatakan akun pengguna bisa dikonversi menjadi halaman. Facebook pun menjelaskan, pengguna bisa memilih teman dari profil untuk menyukai halaman baru pengguna secara otomatis.

Selain itu, ketika pengguna memutuskan untuk mengonversi profil dan halaman, pengguna akan tetap memiliki akun serta halaman. Facebook akan menggunakan foto profil dan foto sampul dari akun pengguna di halaman tersebut. Nama di profil pengguna akan menjadi nama halaman. Pengguna pun bisa mengelola halaman dari profil pengguna. Nantinya pengguna bisa lebih lanjut mengelola halaman dari profil.

Perihal isu auto like ke fanpage Anies Baswedan, Facebook Indonesia enggan memberikan tanggapan terkait hal ini

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Demi Keamanan Gen Z, TikTok Buat Fitur Baru

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Di era ini, pengguna gawai seperti ponsel pintar dan internet tidak hanya terbatas pada kaum dewasa. Pasalnya, sudah merambah ke kalangan anak-anak.

Demi mengantisipasi efek negatif, TikTok mengeluarkan fitur baru, di mana orang dewasa bisa membatasi aktivitas anak-anaknya di platformnya.

Fitur tersebut yakni Family Safety Mode.

Sebagaimana dikutip dari rilis resmi TikTok, melalui fitur ini, orang tua bisa membatasi batas waktu penggunaan aplikasi TikTok untuk anak. Interval penggunaannya antara 40 menit, 60 menit dan 90 menit.

Selain itu, orang tua pun bisa membatasi pesan anaknya dari akun-akun tertentu, serta membatasi konten-konten yang tidak diinginkan muncul di TikTok anak mereka.

Sebagai informasi, fitur ini baru diluncurkan di Afrika, Timur Tengah, dan Eropa.

Diketahui, TikTok sangat populer di kalangan Gen-Z. Para orang tua khawatir perihal privasi anak-anaknya.

“Kami ingin orang bersenang-senang di TikTok, tetapi juga penting bagi komunitas kami untuk menjaga kesejahteraan mereka yang berarti memiliki hubungan yang sehat dengan aplikasi dan layanan online,” tutur Head of Trust and Safety EMEA (Europe, Middle East, & Africa), Cormac Keenan.

(Lutfia Harizuandini)

Continue Reading

Techno

Penemu Copy Paste Meninggal Dunia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kabar duka datang dari dunia komputer. Larry Tesler, penemu dan pencipta fitur copy, paste, dan cut meninggal dunia.

Ia menghembuskan napas terakhir di usia 74 tahun, Senin 19 Februari 2020 waktu setempat, dilansir Apple Insider, Kamis (20/2).

Tesler sendiri mulai bekerja di Silicon Valley pada tahun 1960-an. Saat itu, sangat sedikit orang yang dapat mengakses komputer.

Meski begitu, Tesler banyak berinovasi, termasuk menciptakan komando cut, copy dan paste. Diakui, fitur tersebut membuat komputer pribadi menjadi makin berguna.

“Penemu cut/copy & Paste dulu adalah mantan periset Xerox, Larry Tesler. Pekerjaan Anda menjadi lebih mudah berkat idenya yang revolusioner,” demikian Xerox.

Dilansir wikipedia, Tesler lahir di Bronx, New York pada 1945. Ia kuliah di kampus bergengsi, Stanford. Setelah lulus, ia menjadi spesialis desain user interface dengan tujuan memudahkan pemakaian komputer.

Sebagaimana dilaporkan BBC, Tesler bekerja di berbagai perusahaan besar. Ia mulai berkarir di Xerox Palo Alto Research Center (Parc).

Steve Jobs kemudian merekrutnya. Karena itu Tesler bekerja di Apple. Ia bekerja selama 17 tahun dan menjadi Chief Scientist. Setelah itu, dia membuat startup edukasi dan bekerja singkat di Amazon dan Yahoo.

“Setelah menghasilkan uang, Anda tidak begitu saja pensiun, Anda menghabiskan waktu mendanai perusahaan lain. Ada elemen kesenangan yang sangat kuat untuk membagikan apa yang Anda pelajari ke generasi selanjutnya,” kata Tesler mengenai misinya.

Cut, copy, paste sendiri dibenamkan di software Apple untuk komputer Lisa pada tahun 1983. Juga di komputer Macintosh original yang rilis setahun kemudian.

(LH)

Continue Reading

Techno

Alasan Twitter Kembali Digandrungi Pengguna di Indonesia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pengguna Twitter di Indonesia pada 2019 melejit. Rata-rata pengguna hariannya meningkat besar jika dibandingkan secara global.

Menurut Dwi Adriansah, Country Industry Head Twitter Indonesia, mengatakan bahwa rata-rata pengguna harian Twitter global di 2019 meningkat hingga 21% year-on-year. Khusus Indonesia, mencapai 3,5 kali di atas angka global itu.

Kendati jumlah pengguna harian di Twitter tak dirinci secara spesifik, pertumbuhan di Indonesia disebut masuk peringkat lima teratas di dunia.

Dwi menyebut sejumlah faktor peningkatan pengguna Twitter ini.

Salah satunya, pengguna lama yang datang lagi setelah lama absen dari Twitter. “Banyak sekali kita temukan cerita-cerita tersebut, terutama di kalangan Gen Z. Karena kita melihat di chart umur Gen Z kita melihat peningkatan dua kali lipatnya,” terangnya, di kantor Twitter Indonesia, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Selain itu, berubahnya peran Twitter. Platform ini pun menjadi media sosial yang lebih mengutamakan percakapan dan diskusi.

Dwi menuturkan pengguna Twitter memiliki pola pikir yang berbeda dari pengguna media sosial lain. “Kalau di platform lain mereka berbicara soal look at me, jadi sering selfie, liburan ke Bali atau sharing photos. Tapi begitu ke Twitter, mindset mereka menjadi look at this,” sambungnya.

“Ini yang menyebabkan salah satunya Twitter kembali lagi di Indonesia,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pengguna menggandrungi Twitter untuk mencari berita terbaru tentang topik favoritnya atau mencari cerita yang menarik. Contohnya, kata dia, populernya gerakan ‘Twitter please do your magic’, di mana gerakan itu biasanya digunakan untuk promosi bisnis atau kegiatan sosial.

Terlebih lagi, apa yang viral di Twitter pasti meluas ke platform lain. Sehingga orang akan menilik Twitter kembali. Seperti, kisah ‘KKN di Desa Penari’ yang viral beberapa bulan yang lalu.

(Lutfia Harizuandini)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC