Connect with us

Lifestyle & Sport

Mumpung di Rumah Jangan Lupa Olahraga dan Berjemur Pagi

Tayang

,

Channel9.id-Jakarta. Matahari pagi terutama antara pukul 8-10 pagi paling banyak mengandung ultraviolet yang dapat membunuh virus corona. Mari berjemur pagi mumpung kerja dari rumah.

Di media sosial dan jaringan pesan berantai, muncul banyak ajakan untuk melakukan olahraga dan berjemur matahari agar terpapar matahari pagi.

Salah satunya, adalah ajakan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dalam video yang mulai beredar di awal pekan lalu nampak bersemangat melakukan lari lagi di kawasan Gelora Bung Karno.

Namun, bagi warga tak perlu jauh-jauh datang ke tempat umum, cukup dari dekat rumah saja untuk menghindari tempat umum yang berisiko banyak virus corona.

Matahari pagi yang paling banyak mengandung ultraviolet adalah matahari pagi dengan rentang antara pukul 08.00-10.00. “Bukan panas mataharinya, tetapi sinar ultravioletnya yang mematikan virus. Karena virus mati di panas 56 derajat celcius. Disarankan setengah hingga satu jam, kena ultraviloet,” ujar mantan Kapolri ini.

Dalam video yang beredar, sambil berlari kecil dengan Nyonya Tri Suswati Karnavian, Tito menyebut dia telah membaca buku terbitan Thiongkok yang berdasar penelitian ahli saat wabah sedang merebak di sana, yang menyebut keampuhan sinar ultraviolet terhadap virus corona.

“Kita syukuri mendapat sinar matahari sepanjang tahun,” ujar Tri Suswati Karnavian, sambil terus berlari.

Mari kita budayakan olahraga pagi bersinar matahari, yang memperkuat daya tahan tubuh karena membangkitkan hormon endorpin yang akan memperbaiki mood kita,menguatkan tulang karena membangkitkan vitaman D.

Bahkan menurut Samantha Clayton Director Worldwide Fitnes Education Herbalife Nutrition, olahraga pagi meningkatkan resting metabolic rate (RMR) atau tingkat pembakaran kalori dalam tubuh, yang buat badan menjadi bugar, dan paling penting lagi segala flu seperti corona Covid-19 tidak gampang datang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Tom Hanks Kembali ke AS Setelah Pulih dari Virus Corona

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tom Hanks dan istrinya, Rita, telah kembali ke Amerika Serikat usai menjalani karantina selama 14 hari di Australia. Keduanya terinfeksi virus corona saat Tom Hanks melakukan syuting film tentang Elvis Presley di negara.

Dilansir foxnew.com, dalam cuitan di akun Twitter-nya,  Hanks mengumumkan kabar baik tersebut pada Sabtu (28/3).

Hey, teman-teman…Kami sudah berada di rumah sekarang, dan seperti warga Amerika lainnya, kami tetap berlindung dan menjaga jarak. Kami ucapkan terima kasih untuk warga Australia yang telah menjaga kami. Perawatan dan bimbingan mereka yang memungkinkan kami dapat kembali ke Amerika. Dan juga terima kasih banyak untuk kalian semua yang telah mendoakan kami. Rita dan saya sangat menghargai semua. Hanx,”tulisnya.

Hanks dan istrinya, keduanya berusia 63 tahun, terus mengupdate kondisi mereka selama dalam karantina sejak mereka mengumumkan terinfeksi virus corona pada 11 Maret lalu.

Pasangan tersebut dilaporkan dirawat di rumah sakit di Queensland selama lima hari. Syuting film biografi penyanyi rock and roll Elvis Presley itu disutradarai oleh Baz Luhrmann itu akhirnya dihentikan.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kulit Jeruk Berpotensi Melawan Covid-19

Published

on

By

Channel9.id Jakarta. Tim peneliti dari berbagai universitas berhasil menemukan manfaat kulit buah jeruk yang berpotensi melawan COVID-19. Kulit buah Jeruk memiliki senyawa Hesperidin yang bisa memberikan perlindungan dari mikroba dan virus.

“Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin. Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Dimanakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk,” ujar Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Prof Irmanida Batubara, berdasarkan rilis yang diterima, Sabtu (28/3).

Untuk memanfaatkan Hesperidin dalam kulit jeruk, Batubara menyarankan Jeruk dibuat jus beserta kulitnya.

“Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” lanjutnya.

Namun, bila tidak sanggup mengonsumsi pahit dari kulit Jeruk, Batubara menyarankan membuat infus water dari Jeruk beserta kulitnya.

“Untuk yang kurang sanggup mengonsumsi yang pahit, bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi oleh kita. Jangan lupa jeruknya dicuci bersih terlebih dahulu,” katanya.

Ia pula menegaskan semua jenis Jeruk terdapat senyawa Hesperidin.

“Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” tambahnya.

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

(Hendrik)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Desainer Catherin Wong Bagikan Masker Gratis

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Desainer asal Surabaya, Catherin Wong berinisiaf untuk memproduksi masker untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa syarat. Ia akan memberikan secara cuma-cuma masker kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 8 karyawannya mulai menjahit masker sejak Senin lalu, dengan bahan kain jenis cotton 100 persen, setiap hari ia mengerjakan 100 lembar, masing-masin pejahitnya ini memproduksi 10 hingga 12 masker.

“Saya awalnya konsultasi dengan dokter pribadi saya apa yang kurang dan bisa saya sumbang untuk menekan angka penyebaran virus coronya, ternyata ia memberikan masukan masker saja. Dan saya beruntung punya 8 penjahit yang tinggal di mess dan tidak pulang. Akhirnya saya pun memiliki ide membuat masker ini dengan dua lapisan bahan cotton asli 100 persen,” cerita Catherin.

Namun membuat masker ini pun tidak sembarangan, awalnya ia akan membuat masker dengan menggunakan dengan kain perca. Namun ia kembali berkonsultasi dengan sang dokter yang lebih mengarahkan menggunakan bahan cotton 100 persen dengan kualitas yang hampir memenuhi standar.

Meski harganya cukup tinggi, kain yang lebih pantas dan cocok hanya kain cotton dengan cara pembuatan yang cukup mudah dengan bentuk kotak, masker ini dilapisi dua kain cotton. Dan seharusnya jika memproduksi masker ini jika menggunakan kain seharusnya menggunakan 100 persen kain cotton, meski kain cotton ini masih belum sesuai dengan standart karena kain ini hanya bisa menampung 69 persen virus, dengan dua double kain lapis bisa menambah 7 persen berarti masker ini bisa menampung 76 persen virus.

Namun masker ini tidak di peruntukan untuk tenaga medis dan pasien terjangkit ODP karena masker ini terbuat dari kain bukan bahan kassa seperti aslinya. Masker ini hanya dapat di gunakan oleh masyarakat yang di rumah atau yang keluar rumah sebagai antisipasi.

Rencanaya, ia akan mengajak para desainer ini untuk berkolaborasi membantu untuk menekan angka penyebaran virus Corona untuk memproduksi masker dan membagikan kepada yang membutuhkan atau mereka bisa memberikan donasinya kepada kami dan akan bantu salurkan baik secara pribadi maupun ke coomunity dokter.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC