Connect with us

Nasional

MUI Minta Masyarakat Tak Paksakan Adakan Resepsi Pernikahan

Tayang

,

Channel9.id Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak melaksanakan resepsi pernikahan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Jangan dipaksakan untuk kepentingan resepsi (pernikahan) yang megah dan mewah, mengumpulkan banyak orang yang berdampak pada kerugian semua pihak dari aspek kesehatan,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh di Graha BNPB dilansir Antara, Sabtu (28/3).

Ia menyatakan bila harus digelar, masyarakat perlu menerapkan protokol keamanan.

Pada prinsipnya, Akad Nikat bila sudah menerapkan mekanisme pencegahan, mampu menjaga proses akad nikah dapat terlaksana secara baik. Namun, akad harus bisa memitigasi risiko penularan dan juga penyebaran itu bisa dilaksanakan.

Akad nikah yang dilaksanakan harus berpedoman dan mengikuti protokol kesehatan.

“Jangan berkumpul terlalu banyak, kemudian dilaksanakan sesuai ketentuan kewajiban-kewajiban saja,” kata dia.

(Hendrik)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

GP Ansor Jatim Dukung Penuh Pembangunan Kampung Tangguh Covid-19 di Jatim

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. GP Ansor Jatim mendukung penuh inisiasi Polda Jatim, TNI, Pemrov, dan masyarakat dalam membangun Kampung Tangguh Covid-19 di Jawa Timur.

Dukungan tersebut tak terlepas dari tindakan kader Ansor selama masa pandemi Covid-19. Sebelum dicetuskan konsep Kampung Tangguh, para kader Ansor dengan sukarela sudah membantu pemerintah dan masyarakat menangani pandemi Covid-19.

“Jadi, ketika masyarakat membangun Kampung Tangguh dari inisiasi Polda Jatim, TNI dan Pemrov. Kader-kader Ansor secara otomatis terlibat langsung dan mensupport penuh pembangunan Kampung Tangguh Covid-19,” kata Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur Ghufron Siradj alias Gus Ghufron, Sabtu (30/5).

Dalam hal ini, Gus Ghufron menyatakan, anggota Ansor di Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Polda, Polres, Polsek, dan TNI dalam pembangunan Kampung Tangguh.

Bahkan, saat Kampung Tangguh dicanangkan di Desa Sukorejo, sejal awal kader-kader Ansor dan Banser sudah melibatkan diri dalam pembentukannya.

Kader Ansor terlibat dalam rapat-rapat desa, dan memberikan contoh kepada generasi muda untuk mematuhi aturan PSBB.

“Para kader Ansor dan Banser di tingkat provinsi, cabang, anak cabang, dan ranting bergotong royong dan bekerja sama dengan masyarakat setempat dan pemerintah setempat. Kader-kader mengikuti tiap rapat di tingkat wilayah masing-masing, dan ingin memberikan contoh kepada generasi muda untuk mematuhi aturan PSBB di Jatim,” kata Gus Ghufron.

Dalam program Kampung Tangguh Covid-19 nanti, para kader Ansor siap terlibat menjadi relawan seperti yang dilakukan sebelumnya.

“Misalnya kalau ada yang menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19. Kemudian, membantu proses pemakaman tentunya sesuai standar protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19,” katanya.

(Hendrik)

Continue Reading

Nasional

Update Corona: 557 Kasus Baru, 523 Sembuh, 53 Meninggal

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto melaporkan update jumlah kasus positif corona di Indonesia hingga hari ini, Sabtu (30/05).

“Ada tambahan 557 kasus baru yang terinfeksi corona, sehingga total menjadi 25.773 kasus,” ujar Yuri dalam konferensi pers, di Jakarta, Sabtu, (30/05).

Ia menyebut, untuk jumlah pasien sembuh bertambah 523 orang menjadi 7.015 orang.

“Jumlah yang meninggal akibat virus corona bertambah 53 orang menjadi sebanyak 1.573,” kata Yuri.

Tercatat 10 provinsi yang tidak memiliki kasus positif. Namun, ada lima provinsi dengan kasus positif yang tinggi. Di antaranya Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 47.714, pasien dalam pengawasan (PDP) 12.832. Kasus covid-19 sudah tersebar di 34 provinsi 414 kabupaten/kota.

Continue Reading

Nasional

LIPI: SARS-CoV-2 Lebih Menular Dibanding Virus Corona Lain

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekaligus Biosafety Officer (BSO) Ratih Asmana Ningrum menyatakan, virus SARS-CoV-2 bersifat lebih menular atau menginfeksi dibanding virus corona yang sudah teridentifikasi sebelumnya seperti MERS dan SARS.

Ratih menyatakan, perbedaan dari virus yang kini mewabah di seluruh dunia, dibanding dengan virus tipe sebelumnya lebih efisien berkaitan dengan ACE-2 reseptor.

“Itu makanya dia sangat contagious menular,” katanya dalam webinar ‘Talk to Scientists: Bekerja di Masa Pandemi’ dilansir Antara Sabtu, (30/5).

Ratih menyatakan, SARS-CoV-2 yang menginfeksi manusia bisa menyebabkan gejala diantaranya batuk dan demam pada umumnya.

Sementara pada kasus yang berat, virus itu bisa berkontribusi menyebabkan diare dan kegagalan organ seperti gagal ginjal.

“Pada kasus berat respon imun menjadi gagal,” kata Ratih.

Saat masuk ke tubuh manusia, SARS-CoV-2 langsung menuju dan berikatan dengan angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) sebagai pintu masuk untuk menginfeksi dan memperbanyak diri.

ACE2 adalah enzim yang menempel pada permukaan luar atau membran sel-sel di beberapa organ.

83 persen reseptor ACE2 terdapat di sel paru-paru, sementara reseptor ACE2 yang lain juga ada di saluran pencernaan dan ginjal.

“Makanya tidak aneh kalau misalkan gejala dari virusnya itu selain ke saluran napas dan juga ke saluran cerna ada diare dan lain-lain. Sisanya itu ada di jantung, di ginjal dan endothelium,” katanya.

Setelah berikatan dan masuk ke sel, maka virus akan berkembang cepat. Jutaan virus akan menginfeksi sel-sel sehat yang lain. Itu sebabnya virus itu dapat menginfeksi dengan sangat masif.

Terlebih materi genetik dari SARS-CoV-2 adalah RNA. Virus dengan materi genetik RNA sangat cepat berubah atau bermutasi. Perubahan itu bisa menyebabkan virus lebih ganas atau kurang ganas.

Namun, virus itu memiliki kelemahan di mana membran pada virus mudah rusak jika terkena sabun.

Oleh sebab itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Langkah pencegahan lain agar tidak terpapar Covid-19 seperti menjaga jarak dan memakai masker.

(Hendrik)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC