Channel9.id. Jakarta – Kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (27), yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di depan DPR RI, Kamis (28/8/2025), memicu gelombang protes di berbagai kota. Ribuan massa turun ke jalan, menuntut pertanggungjawaban aparat.
Di Jakarta, ratusan pengemudi ojol mendatangi Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, pada Jumat (29/8/2025). Mereka menuntut tujuh anggota Brimob yang dinyatakan melanggar kode etik dijatuhi hukuman berat.
“Polisi tugasnya melindungi masyarakat, bukan membunuh!” teriak Galuh (42), salah satu peserta aksi.
Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyebut tujuh anggota Brimob berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J sudah ditempatkan khusus di Divisi Propam selama 20 hari. Namun massa menilai langkah itu belum cukup dan mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan hingga menyentuh level komando.
Ketegangan sempat pecah ketika demonstran berusaha menembus barikade. Polisi merespons dengan gas air mata yang membuat massa panik dan berlarian. Bentrokan di sejumlah titik pun tak terhindarkan.
Bandung
Aksi serupa terjadi di Bandung. Ribuan mahasiswa dan ojol berunjuk rasa di depan DPRD Jawa Barat, Mapolda Jabar, dan Jalan Soekarno-Hatta. Kericuhan pecah ketika polisi menembakkan gas air mata berkali-kali untuk membubarkan massa.
Meski diguyur hujan deras, demonstran tetap bertahan dan jumlahnya terus bertambah. Massa berulang kali mencoba merangsek ke dalam Gedung DPRD Jabar. Sejak siang, kelompok mahasiswa yang mengenakan almamater Universitas Padjadjaran (Unpad) dan UIN Sunan Gunung Djati, bersama para driver ojol, juga sempat memblokade jalan dan menyerbu gerbang utama Mapolda Jabar.
Solo
Di Solo, ribuan ojol memadati Markas Brimob Batalyon C Pelopor Manahan sejak pukul 13.00 WIB. Kericuhan dipicu pembakaran sejumlah barang di Jalan Adi Sucipto dan pelemparan botol ke arah aparat.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo dan Danrem 074/Surakarta Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira sempat turun langsung untuk menenangkan massa. Namun situasi tetap memanas ketika polisi membalas lemparan dengan bom asap dan gas air mata. Asap pekat mengarah ke area selter tempat massa yang sebelumnya sudah tenang, hingga memicu kepanikan besar.
Gelombang protes juga menjalar ke Surabaya dan Medan. Di Surabaya, aparat kembali menembakkan gas air mata untuk mengurai kerumunan. Sementara di Medan, massa yang berunjuk rasa di depan DPRD Sumut melempari aparat dengan batu.
Respons Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resmi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, ia menegaskan proses hukum akan ditegakkan secara terbuka.
“Jika terbukti ada pelanggaran di luar kepatutan, tindakan sekeras-kerasnya akan diambil sesuai hukum yang berlaku,” kata Prabowo.
Bagi para pengemudi ojol, aksi ini bukan hanya soal menuntut keadilan bagi Affan, melainkan juga perjuangan menolak arogansi kekuasaan.
“Jangan sampai kekuasaan menjadi alat menindas rakyatnya sendiri,” tegas Sudarmanto (40), salah satu driver ojol di Jakarta.
Baca juga: Sampaikan Duka, Prabowo Janji Usut Tuntas Kasus Tewasnya Affan Kurniawan