Nasional

Mendagri Minta Pemda Cepat Data Jembatan Rusak ke Sekolah

Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah bergerak cepat mendata jembatan dan akses pejalan kaki yang rusak menuju sekolah. Instruksi ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menerima banyak aduan soal sulitnya anak-anak menuju sekolah, terutama di daerah terpencil.

“Banyak yang harus melewati sungai, jembatan gantung, bahkan tali yang tidak layak dan membahayakan,” kata Tito dalam Rakor Penanganan Akses ke Satuan Pendidikan yang digelar hybrid dari Kantor Kemendagri, Jumat (28/11).

Tito menyebut Presiden sangat tersentuh dengan kondisi tersebut. Karena itu, pemerintah pusat menyiapkan crash program untuk memperbaiki atau membangun jembatan khusus akses sekolah. Anggarannya disiapkan dari dana cadangan pemerintah pusat, sehingga daerah tidak terbebani APBD.

Namun, program ini membutuhkan data lengkap dari daerah — mulai dari jembatan yang rusak, tidak layak, tidak ada sama sekali, hingga jalur ekstrem yang harus dilalui siswa seperti sungai atau jurang.

“Segera cek lapangan, libatkan kepala desa dan camat. Kita sudah siapkan formulirnya,” tegas Tito.

Data dari seluruh Pemda wajib masuk ke Kemendagri paling lambat 4 Desember 2025. Tito menegaskan akan memantau langsung daerah yang mengirimkan data dan yang tidak.

“Tanggal 4 nanti saya akan lihat mana daerah yang mengirim, mana yang tidak,” ujarnya.

Pendataan ini selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden sebagai dasar penugasan kementerian dan lembaga terkait untuk pembangunan jembatan akses sekolah.

Baca juga: Guru Lega Prabowo Siap Bangun Jembatan untuk Akses Anak Sekolah: “Beliau Bekerja Pakai Hati”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

46  +    =  53