Channel9.id-Jakarta. Akhirnya, musisi Muhammad Irsan atau yang akrab disapa Ear Sun secara resmi merilis album penuh pertamanya berjudul ‘Nyala’ pada 28 November 2025. Peluncuran ini menjadi babak penting dalam perjalanan kariernya karena album tersebut sempat tertunda akibat kondisi kesehatan yang kritis. Situasi itu membuat sang musisi memutuskan bahwa karya ini tidak boleh lagi diperpanjang perilisannya.
Perilisan Nyala menjawab rasa penasaran para pendengar yang mengikuti proses kreatif Ear Sun sejak ia memulai karier sebagai penyanyi pada 2021.
Berawal dari pertemuan tak disengaja dengan duo musisi Endah N Rhesa, ia kemudian merilis dua mini album serta sejumlah single dengan warna musik yang enerjik dan kaya instrumen.
Album Nyala awalnya dijadwalkan rilis pada 2024. Namun perubahan besar terjadi ketika tujuh lagu diganti total dengan materi baru yang diproduksi sepanjang 2025. Perombakan itu membuat proyek ini semakin matang, meski penuh tantangan dan dinamika dalam prosesnya.
Latar belakang penundaan semakin kompleks ketika Ear Sun tiba-tiba mengalami penurunan kondisi kesehatan. Ia harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan sempat mengalami kondisi code blue atau situasi darurat medis. Kejadian ini menjadi titik balik yang mendorongnya untuk segera menuntaskan album tersebut.
Nyala memuat 11 lagu yang membahas berbagai fase hidup tanpa sentuhan galau yang biasanya menjadi ciri khas musik pop. Tema yang diangkat mulai dari persahabatan, syukur atas kehidupan, kesehatan, hingga kritik sosial mengenai perilaku toksik dan pengalaman dimanfaatkan orang lain.
Secara musikal, album ini digarap bersama produser muda Kinar Sekar dengan dukungan sejumlah musisi profesional seperti Kamga, Jordy Waelauruw, Rhesa Aditya, hingga Andika Putra. Kolaborasi tersebut membentuk identitas musik Ear Sun yang penuh instrumen dan bernuansa hangat.
Ear Sun menghadirkan detail yang menjadi kekuatan dalam setiap lagu, mulai dari penggunaan instrumen brass, accordion, hingga paduan suara yang mempertebal atmosfer cerita. Semua digarap rapi sebagai mosaik pengalaman hidup yang ia lewati dalam beberapa tahun terakhir.
Album ini juga menjadi wadah bagi sang musisi untuk menyampaikan pesan keberanian. Pengalamannya melewati masa kritis membuat Nyala terasa seperti karya warisan yang ingin ia tinggalkan selama ia menjalani masa pemulihan tanpa batas waktu yang pasti.
“Album ini adalah karya bersama dari para musisi hebat dan tim produksi yang terlibat di dalamnya. Lewat Nyala, aku ingin mengajak siapa pun untuk tidak menyerah dalam hidup, apa pun cerita dan lukanya dan tetap menyala,” terangnya.
Dengan peluncuran ini, Nyala resmi menandai babak baru Ear Sun sebagai musisi sekaligus momentum penting dalam hidupnya setelah melewati masa sulit yang hampir merenggut nyawanya.
Kontributor: Akhmad Sekhu





