Prabowo resmikan sekolah
Nasional

Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat Nasional Sebagai Model Intervensi Kemiskinan Terpadu

Channel9.id, Jakarta. Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah kini diposisikan sebagai model baru intervensi sosial terintegrasi untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia. Langkah ini menggabungkan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan sosial dalam satu ekosistem yang diarahkan langsung kepada anak-anak dari keluarga termiskin.

Peluncuran nasional program tersebut berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). Presiden Prabowo Subianto hadir di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) untuk meresmikan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru sebagai pusat penyelenggaraan.

Sebanyak 166 Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi sejak 2025 di 34 provinsi, menjangkau lebih dari 14.800 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Pemerintah juga mulai membangun 104 Sekolah Rakyat Permanen di berbagai wilayah pada tahun ini.

Berbeda dari sekolah konvensional, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang berada pada Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya bukan hanya menyediakan ruang belajar yang layak, tetapi juga membuka akses mobilitas sosial sejak usia dini.

Intervensi dalam program ini tidak berhenti di ruang kelas. Para siswa mendapatkan pemantauan kesehatan berkala, bantuan makanan bergizi, hingga perlindungan melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan PBI. Keluarga siswa pun memperoleh dukungan berupa Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, intervensi ATENSI, serta akses pemberdayaan ekonomi.

Pendekatan berbasis keluarga ini diyakini menjadi kunci agar dampak pendidikan menjalar ke peningkatan kesejahteraan. Pemerintah juga menghubungkan keluarga penerima manfaat dengan Program Tiga Juta Rumah dan koperasi desa untuk memperkuat basis ekonomi lokal.

Kemensos menyebut Sekolah Rakyat sebagai “miniatur pengentasan kemiskinan” karena menggabungkan kebijakan pendidikan, perlindungan sosial, dan kesehatan dalam satu paket terpadu. Model ini diharapkan mampu menjawab tantangan kemiskinan antargenerasi yang selama ini sulit diintervensi melalui skema sektoral.

Pada peresmian nasional di Banjarbaru, sekitar dua ribu peserta hadir dari berbagai daerah. Sejumlah siswa dari Jakarta, Aceh, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Makassar hingga Jayapura menampilkan pertunjukan paduan suara, teater, dan atraksi baris variasi untuk menunjukkan capaian awal program.

Dengan pembangunan sekolah permanen yang mulai berjalan, pemerintah bersiap menjadikan Sekolah Rakyat sebagai pilar kebijakan sosial jangka panjang—sebuah investasi sumber daya manusia yang dirancang untuk mengubah masa depan keluarga termiskin di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  75  =  77