Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menurunkan 1.142 taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan untuk membantu percepatan penanganan bencana di Sumatra. Para taruna akan diberangkatkan bertahap ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
Tito yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra menjelaskan, bencana sejak akhir November 2025 berdampak luas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total ada 52 kabupaten/kota terdampak, mulai dari kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga sektor pertanian dan perikanan.
Meski pemulihan sudah berjalan, sejumlah daerah masih membutuhkan penanganan ekstra. Di wilayah dataran rendah, persoalan utama adalah lumpur tebal yang menutup rumah dan fasilitas publik. Sementara di daerah pegunungan, longsor memutus akses jalan dan jembatan.
“Penanganan lumpur ini tidak bisa hanya mengandalkan alat berat. Banyak lokasi di gang sempit dan permukiman padat, jadi perlu tenaga fisik yang kuat dan bekerja manual dari rumah ke rumah,” kata Tito, menghadiri pelepasan taruna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, pemerintah sudah menambah pasukan TNI dan Polri, namun tetap dibutuhkan tambahan personel agar penanganan bisa lebih cepat. Karena itu, pelibatan sekolah kedinasan dinilai efektif.
“Kalau ingin cepat, salah satunya sekolah kedinasan. Mereka di bawah kendali pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, IPDN telah mengirim lebih dari 1.000 praja dan BPS sekitar 500 personel. Dukungan KKP dengan mengirim 1.142 taruna dinilai sangat membantu.
“Terima kasih kepada Menteri dan Wamen KKP. Ini sangat berguna,” ujar Tito.
Selain membantu pemulihan, Mendagri juga mendorong para taruna memanfaatkan penugasan ini sebagai praktik lapangan. Pasalnya, banyak tambak, alur sungai, dan aktivitas nelayan terdampak lumpur serta sedimentasi.
“Ini praktik langsung di lapangan, bukan teori,” pungkasnya.
Baca juga: Mendagri Gas Pemulihan Pascabencana Sumbar, 4 Daerah Jadi Fokus





