Nasional

Mendagri Ungkap Progres Pemulihan Bencana Sumatera, Minta Satgas Tetap Kompak

Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian memaparkan perkembangan terbaru penanganan dan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Mendagri yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengajak seluruh unsur Satgas terus menjaga kekompakan agar pemulihan berjalan cepat dan merata.

Hal itu disampaikan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Satgas di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan, sejak awal penugasan, pemerintah pusat memilih turun langsung ke lapangan dan mendengar kondisi riil dari daerah terdampak.

“Kita cek satu per satu. Kita tidak mau klaim dari pusat, tapi dengar langsung dari bawah, ada masalah apa, di mana, dan itu yang kita kerjakan,” ujar Tito.

Berdasarkan hasil evaluasi, Tito menyebut Sumbar menjadi provinsi yang relatif paling cepat pulih. Aktivitas pemerintahan sudah berjalan normal, layanan kesehatan berfungsi, pasokan energi dan komunikasi stabil, serta roda ekonomi mulai bergerak. Meski begitu, sejumlah daerah masih membutuhkan perhatian, terutama pada sektor pendidikan, akses jalan, dan kawasan wisata.

Sementara di Sumut dan Aceh, pemulihan masih menghadapi tantangan. Timbunan lumpur, kerusakan jalan dan jembatan, pasar rakyat, hingga fasilitas pendidikan dan kantor desa masih perlu penanganan intensif. Tito menekankan pentingnya kerja gotong royong lintas kementerian/lembaga, Pemda, TNI-Polri, dan masyarakat.

Memasuki fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, Mendagri menekankan pentingnya indikator pemulihan yang jelas, mulai dari berfungsinya layanan publik, terbukanya akses infrastruktur, hingga pulihnya aktivitas ekonomi dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Ia juga mendorong percepatan pengurangan jumlah pengungsi melalui bantuan perbaikan rumah, sewa hunian, hingga dukungan sosial dan ekonomi. “Semakin cepat warga kembali ke rumah atau huntara, itu tanda pemulihan berjalan,” tegasnya.

Baca juga: Mendagri: Kepala Daerah Harus Kreatif Biar Ekonomi Daerah Ngebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5  +  4  =