Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menorehkan prestasi yang menempatkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggul dalam pengembangan riset nasional.
Berdasarkan Surat Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 105/II.7/HK/2025 tentang Penerima Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 10 tertanggal 12 Desember 2025, UNJ berhasil menempati peringkat ke-8 nasional sebagai lembaga penerima dana hibah untuk Pendanaan 2026.
Dalam keputusan tersebut, ditetapkan sebanyak 489 periset dari 161 lembaga di seluruh Indonesia sebagai penerima hibah RIIM. Dari total lembaga penerima tersebut, UNJ berhasil menembus jajaran 10 besar nasional, dengan total 12 periset atau dosen UNJ dinyatakan lolos dan memperoleh pendanaan hibah riset.
Capaian ini menjadi bukti nyata meningkatnya daya saing riset UNJ di tingkat nasional, sekaligus mencerminkan konsistensi kampus dalam membangun ekosistem riset yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. Beragam topik riset yang didanai, mulai dari kesehatan, material, pendidikan, teknologi digital, hingga sosial humaniora, menunjukkan kekuatan multidisipliner UNJ dalam menjawab tantangan strategis pembangunan Indonesia.
Adapun 12 dosen UNJ penerima hibah RIIM Gelombang 10 adalah sebagai berikut:
Kategori Bidang Kesehatan, diraih oleh:
1. Prof. Umiatin (dosen Fakultas Matematika dan IPA) dengan judul penelitian “Pengembangan Prototipe Anjungan Tes Kesehatan Mandiri (ATKM) untuk Monitoring Vital Sign dan Deteksi Dini Risiko Penyakit Kardiovaskular di Posbindu Berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI)”;
2. Hery Budiawan (dosen Fakultas Bahasa dan Seni) dengan judul penelitian “Musik dan Memori: Pengembangan Instrumen Gitar Senar Nilon untuk Stimulasi Gelombang Theta dalam Optimalisasi Kognitif”;
3. Taryudi (dosen Fakultas Teknik) dengan judul penelitian “Bedding Surface Oxygen Therapy: Solusi Inovatif untuk Pencegahan Luka Dekubitus”; dan
4. Ferry Budhi Susetyo (dosen Fakultas Teknik) dengan judul penelitian “Sintesis Lapisan Tembaga dengan Metode Elektrodeposisi yang Dipengaruhi oleh Medan Magnet Statis/Berputar untuk Aplikasi Perlengkapan Medis”.
Kategori Bidang Material, diraih oleh:
1. Siska Titik Dwiyati (dosen Fakultas Teknik) dengan judul penelitian “Inovasi Peredam Suara dengan Komposit Serat Alam sebagai Upaya Mengatasi Pencemaran Lingkungan”; dan
2. Imam Basori (dosen Fakultas Teknik) dengan judul penelitian “Pengembangan Paduan Kuningan untuk Aplikasi Peralatan Bedah Medis”.
Kategori Bidang Sosial Humaniora, diraih oleh:
1. Prof. Ramdan Pelana (dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan) dengan judul penelitian Smart Timing Gate untuk Mengukur Speed dan Agility Berbasis Android untuk Atlet Elit dalam Mendukung Indonesia Emas;
2. Ade Dwi Utami (dosen Fakultas Ilmu Pendidikan) dengan judul penelitian “Model Pengembangan Pedagogi Bermain Imajinasi Green Innovation Berbasis STEM pada Praktik Pendidikan Anak Usia Dini”;
3. Nurzengky Ibrahim (dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum) dengan judul penelitian “Model Multimedia Interaktif Berbasis Augmented Reality untuk Deep Learning di Era Merdeka Belajar”;
4. Muhammad Yusuf (dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dengan judul penelitian “Pengembangan Simulasi Keuangan Keperilakuan yang Imersif Berbasis Augmented Reality sebagai Media untuk Meningkatkan Literasi Keuangan”;
5. Firmanul Catur Wibowo (dosen Fakultas Matematika dan IPA) dengan judul penelitian “Sustainable Education Transformation: Pengembangan PARID (Physics Augmented Reality Integration Deep Learning) untuk Meningkatkan Literasi Ilmiah”; dan
6. Rina Febriana (dosen Fakultas Teknik) dengan judul penelitian “Implementasi dan Model Backward Design bagi Guru-Guru SMK Tersertifikasi dalam Mendukung Pendidikan yang Berkualitas Menuju Indonesia 2045”.
Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Komarudin selaku Rektor UNJ menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut.
“Peringkat ke-8 nasional ini merupakan capaian kolektif sivitas akademika UNJ. Hal ini menunjukkan bahwa riset yang dikembangkan dosen-dosen UNJ memiliki kualitas, relevansi, dan daya saing tinggi di tingkat nasional. Kami memandang hibah RIIM BRIN sebagai momentum penting untuk memperkuat peran UNJ dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Fahrurrozi selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari penguatan tata kelola riset dan pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi di lingkungan UNJ.
“Masuknya UNJ dalam peringkat 8 besar nasional penerima hibah RIIM BRIN menunjukkan peningkatan signifikan daya saing riset institusi. Ke depan, UNJ akan terus mendorong riset berbasis kolaborasi, transformasi digital, serta integrasi sistem informasi riset untuk mempercepat hilirisasi dan memperluas dampak inovasi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Prof. Iwan Sugihartono selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pendampingan yang berkelanjutan dan komitmen dosen dalam menghasilkan proposal riset yang unggul.
“LPPM UNJ secara konsisten melakukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas peneliti agar mampu bersaing pada skema hibah nasional yang sangat kompetitif. Kami berkomitmen memastikan seluruh riset penerima hibah RIIM ini dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia Maju,” tuturnya.
Dengan pencapaian peringkat ke-8 nasional dalam Program RIIM BRIN Gelombang 10, UNJ semakin memantapkan perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada keunggulan riset, inovasi berdampak, dan kontribusi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.





