Channel9.id – Jakarts. Siswa SMA Labschool Jakarta mencatatkan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia dengan memborong seluruh penghargaan di berbagai komite sidang internasional pada ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dari ratusan sekolah peserta dari berbagai negara, delegasi Labschool berhasil memborong penghargaan di berbagai komite sidang internasional.
Ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026 diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 16–19 Januari 2026. Gelaran AYIMUN merupakan kompetisi internasional berupa simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diikuti oleh ribuan delegasi muda dari 464 sekolah. Mereka berasal dari 30 negara. Para siswa mengikuti berbagai komite yang mensimulasikan forum internasional, membahas isu-isu global melalui mekanisme diplomasi, negosiasi, dan debat formal.
Pada AYIMUN tersebut, SMA Labschool Jakarta mengirimkan 39 siswa yang didampingi tiga guru pembimbing, yakni Alfiyanti Rohmah, Karil Maulita, dan Nine Oktavia. Kerja keras tim membuahkan hasil maksimal. Delegasi SMA Labschool Jakarta berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi dari beberapa komite atau organisasi internasional yang disimulasikan dalam sidang AYIMUN tersebut.
Azka Muhammad Pasha berhasil meraih “Verbal Commendation” pada komite United Nations Human Rights Council (UNHRC) Chamber 1. Menurutnya, pengalaman debat di forum internasional menjadi tantangan tak terlupakan sepanjang hidupnya.
“Ajang ini benar-benar menguji kemampuan negosiasi, debat, dan diplomasi kita. Tapi ini juga sekaligus jadi ajang mengembangkan diri karena bersama delegasi dari berbagai negara,” kata Azka Muhammad Pasha dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (21/2/2026).
Lalu, ada Katalysta Alethea Ahmad yang meraih penghargaan “Outstanding Delegates” pada komite United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Ia menilai persiapan yang matang dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilannya. Meski, proses persiapan AYIMUN berlangsung cukup panjang dan padat, terlebih karena bertepatan dengan awal semester genap.
“Kondisi tersebut membuat saya harus pintar-pintar membagi waktu secara optimal, untuk riset dan persiapan,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, sebagai siswa jurusan IPA, memahami isu ekonomi menjadi tantangan tersendiri. Mengingat, banyak terminologi dan teori yang belum dikuasai olehnya. “Oleh karena itu, persiapan yang saya lakukan harus lebih intensif dan terstruktur,” sambungnya.
Tak kalah membanggakan, Agendra Prahastha Adrianto berhasil dianugerahi penghargaan tertinggi, yaitu Best Delegates pada komite UNCTAD. Agendra mengaku, pengalaman ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya.
“Saya tidak menyangka dapat meraih penghargaan ini. Saya bersyukur kepada Allah SWT atas keberhasilan ini, serta mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan. Termasuk kepada SMA Labschool Jakarta atas bimbingan dan dukungannya,” jelasnya.
Selain capaian individu, sebanyak 39 siswa delegasi SMA Labschool Jakarta juga terpilih untuk tampil dalam “Cultural Performance” pada rangkaian kegiatan AYIMUN. Para delegasi menampilkan tari kreasi Dendang Dikideng yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Penampilan ini menjadi bentuk kontribusi siswa dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.
Melalui partisipasi dan capaian ini, SMA Labschool Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan para siswa. Tak hanya dalam capaian akademik, tapi juga dalam kepemimpinan global, kemampuan berpikir kritis, dan diplomasi internasional.





