Channel9.id – Aceh. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses pemulihan wilayah Aceh berlangsung cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar keselamatan, guna menjamin masyarakat terdampak bencana dapat kembali beraktivitas dengan aman, lancar, dan normal secepat mungkin.
Upaya pemulihan terus dilakukan pemerintah dengan mengerahkan para prajurit TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan endapan tanah dan sampah menggunakan sekop.
Di beberapa lokasi, prajurit TNI mengoperasikan gergaji mesin untuk memotong batang-batang kayu besar yang terbawa arus deras hingga ke area fasilitas publik. Berbagai fasilitas publik, mulai dari jalan raya, selokan, masjid, hingga sekolah dibersihkan.
Upaya pemulihan difokuskan pada fasilitas publik. Sekolah-sekolah misalnya, ruang-ruang kelas dibersihkan, dirapikan secara bertahap.
Di Aceh Tamiang, personel TNI dikerahkan untuk membersihkan TK Desa Pengidam, SDN Sungai Liput, TPQ Nurul Qolby Desa Tanjung, hingga parit Dusun Jaya Baru.
Lalu di Bireuen, TNI membantu pembersihan SDN 3 Pante Gajah dan SMKN 1 Peusangan. Mereka juga membantu membersihkan rumah-rumah warga Dusun Teuping Ara.
Kemudian di Pidie Jaya, pembersihan dilakukan di Pondok Pesantren Al Bayan Desa Manyang Cut, SD Meunasah Raya, Kantor Keucik Blang Cut, dan Kantor Keucik Kecamatan Meurah Dua.
Para personel TNI juga bergotong royong dengan warga untuk membersihkan Desa Pertik di Gayo Lues, Desa Jambak di Aceh Barat, SD 11 Desa Tebuk di Aceh Tengah, rumah-rumah warga Desa Bundar di Aceh Tenggara, serta fasilitas umum Desa Uning Gelime di Bener Meriah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan bahwa pemulihan fasilitas umum menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
“Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah, juga puskesmas, rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, awal tahun ini.





