Channel9.id – Aceh. Desa-desa terpencil di Aceh yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor mulai kembali terhubung seiring dibukanya jalur transportasi dan berdirinya jembatan penghubung. Pemulihan ini menandai bangkitnya kembali aktivitas warga meski sebagian akses masih dalam tahap pengerasan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kodam Iskandar Muda terlibat langsung dalam upaya gotong royong pemulihan bersama berbagai pihak terkait. Keterlibatan ini mempercepat pembukaan jalur yang sebelumnya tertutup material longsoran.
Pemulihan akses dilakukan dengan melibatkan TNI, Dinas Pekerjaan Umum, Polri, PLN, serta unsur terkait lainnya di berbagai wilayah terdampak. Jalur yang sempat terputus kini kembali berfungsi dan menjadi penopang mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.
Upaya pemulihan pascabencana ini tidak hanya difokuskan pada kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil yang rawan terisolasi. Pendekatan tersebut memperkuat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terdampak.
Di Kabupaten Aceh Timur, prajurit TNI membangun jembatan aramco di Desa Alue Gadeng Dua, Kecamatan Birem Bayeun, yang menghubungkan Desa Alue Sentang dan Desa Alue Gadeng Dua. Jembatan ini sekaligus membuka akses desa menuju jalur lintas Medan–Banda Aceh.
Pembangunan jembatan juga dilakukan di Desa Alue Sentang I dan Desa Alue Sentang II di Kecamatan Birem Bayeun untuk menghubungkan antardesa dan antardusun. Infrastruktur tersebut terhubung langsung ke jalur utama Medan–Banda Aceh dan memperlancar mobilitas warga.
Di wilayah Aceh Timur lainnya, jembatan dibangun di Desa Buket Kuta, Kecamatan Peudawa, yang menghubungkan Dusun Leupon dengan Simpang Damar di Desa Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan. Akses ini menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan layanan dasar masyarakat.
Pemulihan konektivitas juga berlangsung di Kabupaten Bener Meriah melalui penguatan ruas jalan KKA di Kecamatan Permata. Jalur penghubung dibangun di sejumlah desa untuk menghubungkan dusun-dusun menuju akses utama antardaerah.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan akses difokuskan pada jalur penghubung antarkampung menuju jalan nasional. Sejumlah desa di Kecamatan Karang Baru, Rantau, dan Bandar Pusaka kini memiliki akses yang lebih memadai menuju pusat aktivitas.
Di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara, pembangunan jalur penghubung antardesa turut dilakukan di beberapa kecamatan. Infrastruktur tersebut memperkuat konektivitas wilayah pedesaan dan mendukung pemulihan kehidupan warga pascabencana.
HT





