Channel9.id-Garut. Bagi warga Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, sungai selama bertahun-tahun menjadi tantangan serius, terutama bagi anak-anak sekolah. Sebelum jembatan gantung berdiri, mereka harus menyeberangi pertemuan Sungai Cikaso dan Sungai Cipalebuh yang kerap meluap dan sulit diprediksi.
Babinsa Desa Mandala Kasih, Serka Imat, mengenang kondisi tersebut sebagai situasi yang memprihatinkan. Debit air yang besar, ditambah pendangkalan sungai, sering menyebabkan jembatan rusak dan membahayakan aktivitas warga. “Luapan air dari hulu ke hilir cukup besar dan sering merusak jembatan,” ujarnya.
Kini, jembatan gantung sepanjang sekitar 80 meter dan lebar 1,20 meter kembali berdiri sebagai pembangunan keempat di lokasi tersebut. Pembangunan dilakukan dengan lebih hati-hati, melibatkan TNI, relawan, dan warga setempat, dengan memperhitungkan pengalaman kerusakan sebelumnya.
Bagi Serka Imat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan bentuk tanggung jawab kepada warga binaannya. Ia mengaku bangga karena rencana dan usulan yang dikawal bersama pemerintah desa dan Muspika dapat terealisasi.
Keberadaan jembatan gantung ini kembali membuka akses aman bagi anak-anak menuju sekolah, memudahkan petani ke sawah, serta memperlancar aktivitas nelayan. Lebih dari sekadar penghubung dua kampung, jembatan ini menjadi simbol harapan dan bukti nyata kolaborasi negara dan masyarakat di Desa Mandala Kasih.





