industri manufaktur di 2026
Ekbis

Industri Manufaktur Tumbuh 5,4 Persen di 2025, Tertinggi Dalam 10 Tahun Terakhir

Channel9.id, Jakarta – Industri manufaktur kembali menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada triwulan IV 2025, sektor ini menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekaligus pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa industri pengolahan memberikan kontribusi 19,20 persen atas PDB triwulan IV 2025, tertinggi dibandingkan lapangan usaha lainnya.

Secara tahunan, sektor ini mampu tumbuh hingga 5,40 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,43 persen. Pertumbuhan sektor manufaktur tahun 2025 merupakan tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ungkap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Kinerja industri pengolahan terutama ditopang oleh subsektor industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional. Permintaan domestik yang masih kuat, ditambah permintaan dari luar negeri, mampu menjaga aktivitas produksi untuk terus meningkat.

Selain industri pengolahan, sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi 6,07 persen pada triwulan IV 2025 (yoy). Kontribusi sektor ini mencapai 13,24 persen pada triwulan II-2025, atau tertinggi kedua setelah industri manufaktur.

Sepanjang tahun 2025, BPS mencatat bahwa seluruh lapangan usaha tumbuh positif, kecuali sektor pertambangan. Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan secara umum melanjutkan tren pertumbuhan yang positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +  1  =