Danantara investasi
Ekbis

Dukung Makan Bergizi Gratis, Danantara Investasi Rp20 Triliun di Industri Perunggasan

Channel9.id, Jakarta. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan pendanaan sebesar Rp20 triliun untuk membangun proyek peternakan ayam terintegrasi. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pasokan pangan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai tahap awal, Danantara telah memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) fase I di enam titik pada Jumat (6/2/2026). Pelaksanaan tersebut mengalami penyesuaian jadwal dari rencana semula yang ditargetkan berlangsung pada 28 Januari 2026.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menjelaskan bahwa hilirisasi sektor perunggasan tidak sekadar berorientasi pada peningkatan volume produksi.

“Kebijakan ini dirancang untuk membentuk rantai industri ayam nasional yang saling terhubung dari sisi hulu hingga hilir,” ujarnya.

Ia menyebut program tersebut merupakan arahan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai strategi jangka panjang guna mewujudkan kemandirian pasokan protein hewani secara berkelanjutan, merata, serta memberi ruang lebih besar bagi peternak rakyat.

Nilai investasi yang digelontorkan diharapkan dapat memperkuat swasembada protein nasional sekaligus memenuhi kebutuhan tambahan dari program MBG. Pemerintah memperkirakan program tersebut memerlukan pasokan ekstra sekitar 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur setiap tahun.

Pengembangan proyek mencakup pembangunan ekosistem perunggasan terpadu, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, layanan kesehatan hewan, hingga fasilitas pengolahan, distribusi, dan pemasaran produk.

Tak hanya mengandalkan investasi Danantara, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun bagi peternak serta koperasi, termasuk lewat skema Koperasi Desa Merah Putih.

Agung menambahkan, penguatan sektor hulu akan difokuskan pada penyediaan bibit ayam berkualitas melalui skema Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), dan Final Stock (FS). Selain itu, program juga mencakup pengembangan pakan berbahan baku lokal, peningkatan layanan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong unggas, fasilitas rantai dingin, pengolahan produk daging dan telur, serta sistem logistik dan pemasaran yang lebih efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

55  +    =  59