Hot Topic

TNI AD Bakal Kirim Lebih dari 5.000 Pasukan untuk Misi Perdamaian Gaza

Channel9.id – Jakarta. TNI AD menyiapkan lebih dari 5.000 prajurit untuk rencana pengiriman pasukan perdamaian Board of Peace (BoP) ke Gaza, Palestina. Langkah ini dilakukan sembari menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter pasukan yang akan ditugaskan.

Adapun Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah bergabung dalam Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangani persoalan Gaza, Palestina. Keterlibatan Indonesia membuka peluang pengiriman pasukan dalam jumlah besar sebagai bagian dari misi perdamaian internasional.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut angka lebih dari 5.000 personel masih bersifat perkiraan dan belum diputuskan secara final. Kepastian jumlah pasukan menunggu hasil negosiasi dan koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI.

“Ya, bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (prajurit) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti,” kata Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
“Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” sambungnya.

Maruli menyatakan penyiapan personel sudah berjalan di internal TNI AD. Proses tersebut disesuaikan dengan kemungkinan kebutuhan misi kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik Gaza.

Maruli menjelaskan pengiriman pasukan masih memerlukan koordinasi berjenjang, mulai dari pihak pengoordinasi misi di Gaza hingga Mabes TNI dan Mabes Angkatan Darat. TNI AD saat ini berada pada tahap menyiapkan personel sesuai kebutuhan yang nantinya ditetapkan oleh komando atas.

“Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza,” tuturnya.
“Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu,” lanjutnya.

Ia menegaskan TNI AD telah memulai persiapan dengan melatih personel yang berpotensi ditugaskan dalam misi perdamaian. Fokus pelatihan diarahkan pada kemampuan yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian,” kata Maruli.
“Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran TNI AD saat ini terbatas pada penyiapan pasukan sesuai kebutuhan yang diminta. Keputusan mengenai penugasan, waktu keberangkatan, dan kepastian lokasi berada di tingkat komando yang lebih tinggi.

“Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja,” tegasnya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  12  =  13