Airlangga SOAL Tartif
Ekbis

Perjanjian Dagang dengan AS Berpotensi Berubah, RI Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen

Channel9.id, Washington DC. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia meminta Amerika Serikat (AS) tetap mengenakan tarif impor nol persen untuk produk unggulan Indonesia sesuai kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Permintaan itu muncul setelah Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan kebijakan tarif darurat yang berlaku sejak tahun lalu. Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan akan menggantinya dengan tarif global sebesar 10 persen.

Airlangga menjelaskan, dalam dokumen ART kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk meratifikasi perjanjian. Karena itu, implementasi ART masih bisa berubah mengikuti dinamika kebijakan di masing-masing negara.

Dalam situasi tersebut, Indonesia membuka opsi tarif impor umum sebesar 10 persen. Namun, pemerintah tetap meminta pembebasan tarif untuk komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan produk agrikultur lain yang tercantum dalam ART.

“Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian. Kalau yang lain berlaku 10 persen, tetapi yang sudah 0 persen kami minta tetap,” kata Airlangga, Sabtu (21/2) waktu AS.

Selain sektor agrikultur, pemerintah juga meminta AS mempertahankan tarif nol persen untuk industri unggulan seperti tekstil dan pakaian jadi sesuai kesepakatan ART.

Airlangga menilai Indonesia masih berpeluang menikmati fasilitas tersebut. Ia menjelaskan, pembebasan tarif itu tercantum dalam executive order yang berbeda dari aturan yang dibatalkan MA AS.

Meski begitu, pemerintah masih menunggu perkembangan dalam 60 hari ke depan. “Ini yang kita tunggu sampai 60 hari ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia dan AS sudah membahas berbagai risiko dan skenario sebelum menandatangani ART pada Kamis pekan ini. Pemerintah, kata dia, siap menghadapi setiap perkembangan.

“Indonesia siap dengan berbagai skenario. Keputusan MA AS ini sudah kami bahas dengan USTR sebelum penandatanganan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

60  +    =  61