maruarar s dan tito karnavian
Nasional

Tito Karnavian Tekankan Akurasi Data untuk Percepat Hunian Tetap

Channel9.id, Jakarta. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menempatkan validasi data penerima sebagai fokus utama percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemerintah siap mempercepat konstruksi. Namun, ia meminta pemerintah daerah segera merampungkan dan memverifikasi data calon penerima agar proyek tidak tersendat.

“Kecepatan membangun Huntap sangat bergantung pada data dari pemda. Kita harus pastikan satu per satu warga penerima. Saya akan kejar bupati dan gubernur untuk siapkan datanya,” ujar Tito di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Februari, pemerintah merencanakan pembangunan 17.969 unit Huntap di tiga provinsi tersebut. Saat ini, 401 unit sudah berdiri dan ribuan lainnya masuk tahap konstruksi.

Di Aceh, pemerintah menargetkan 9.430 unit. Sebanyak 104 unit kini dalam tahap pembangunan. Di Sumatra Utara, target mencapai 4.493 unit dengan 524 unit sedang dibangun. Angka ini naik dari 297 unit pada 20 Februari.

Di Sumatra Barat, pemerintah merencanakan 4.046 unit. Saat ini 817 unit dalam proses pembangunan, meningkat dari 655 unit pada pekan sebelumnya.

Satgas menjalankan pembangunan Huntap setelah merampungkan sebagian besar Hunian Sementara (Huntara). Proyek hunian permanen menuntut kesiapan lahan, perencanaan teknis, dan infrastruktur dasar. Tim juga menerapkan standar bangunan tahan bencana yang lebih ketat dibanding Huntara.

Sejumlah lembaga terlibat dalam proyek ini, antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Yayasan Buddha Tzu Chi, Badan Amil Zakat Nasional, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta sejumlah unsur pemerintah lainnya.

Satgas kini mendorong seluruh pihak bergerak paralel. Pemerintah pusat mempercepat konstruksi, sementara pemda memastikan data penerima akurat. Dengan langkah ini, Satgas menargetkan penyintas segera menempati hunian permanen yang aman dan layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  26  =  29