Nasional

Yayasan Sayyid Abdurahman dan Pelindo Gelar Latihan Pembuatan Kue di Gresik

channel9.id – Gresik. Dalam upaya memberdayakan masyarakat dan mengembangkan keterampilan di bidang ekonomi kreatif, Yayasan Sayyid Abdurahman berkolaborasi dengan PT Pelindo (Persero) mengadakan pelatihan pembuatan kue kering selama dua hari. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 7 hingga 8 Maret 2026 di Gresik ini diikuti puluhan peserta dengan antusiasme tinggi.

Pelatihan yang mengusung tema “Dari Dapur Menuju Pasar” ini dirancang secara komprehensif, tidak hanya mengajarkan resep, tetapi juga teknik profesional. Para peserta dibekali pengetahuan mulai dari dasar-dasar baking pastry, teknik pencampuran adonan yang benar, cara penggunaan mesin dan alat tangan secara efisien dan aman, hingga strategi pengemasan produk agar siap jual.

Instruktur utama pelatihan, Zuhrotul dari Eva Bakery Cake, beserta timnya, memandu langsung praktik pembuatan aneka kue. Dalam sesi praktik, peserta diajarkan membuat donat, bolu kukus, dan coffee cookies. Menariknya, hasil produksi donat dan bolu kukus dari pelatihan ini direncanakan akan menyuplai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) setempat, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kami tidak hanya ingin mentransfer ilmu, tetapi juga membuka mata para peserta bahwa membuat kue adalah peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan teknik yang benar dan pengemasan yang menarik, produk rumahan bisa bersaing di pasar,” ujar Zuhrotul di sela-sela kegiatan, Sabtu (8/3/2026). “Kami sangat senang melihat semangat peserta yang luar biasa selama dua hari ini. Dari nol hingga bisa menghasilkan produk yang siap jual dan bahkan berkontribusi untuk program sosial.”

Acara pelatihan ini juga dimeriahkan dengan sesi inspiratif dari dua pembicara, Mohamad Nasir dan Wahidatul Husna. Keduanya memberikan motivasi serta wawasan tentang kewirausahaan di bidang kuliner.

Wahidatul Husna, dalam pemaparannya, menekankan pentingnya inovasi dan konsistensi dalam berbisnis. “Jangan pernah takut untuk memulai. Pelatihan ini adalah langkah awal yang sangat baik. Yang terpenting setelah ini adalah konsistensi dalam berlatih dan berinovasi. Manfaatkan ilmu yang didapat, jaga kualitas rasa, dan perhatikan kemasan karena itu adalah ‘pakaian’ dari produk kita yang pertama kali dilihat konsumen,” tuturnya.

Sementara itu, Mohamad Nasir menambahkan, kolaborasi dengan Pelindo ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan kapasitas masyarakat. “Kami berharap ilmu yang diperoleh selama dua hari ini tidak berhenti di sini. Mari terus asah kemampuan, jalin kerjasama, dan ciptakan peluang usaha baru. Dengan demikian, program pemberdayaan ini bisa berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” ungkap Mohamad Nasir.

Salah satu peserta, Siti Aminah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Saya jadi tahu trik membuat donat yang empuk dan tips mengemas kue yang benar. Apalagi ada materi tentang bagaimana produk kami bisa ikut menyuplai program MBG. Ini sangat memotivasi untuk terus berkarya,” ujarnya penuh syukur.

Dengan berakhirnya pelatihan diharapkan para peserta tidak hanya terampil, tetapi juga mampu memulai dan mengembangkan usaha kue kering mandiri, sehingga dapat berkontribusi pada perekonomian keluarga dan masyarakat Gresik.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  2  =