Channel9.id – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mempercepat reformasi pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah dan digitalisasi pembelajaran secara nasional. Pemerintah menargetkan renovasi 300 ribu sekolah dalam lima tahun sekaligus mendorong distribusi ratusan ribu perangkat pembelajaran interaktif hingga ke daerah 3T.
“Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan saya ingin naik 90 ribu sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah,” ujar Prabowo.
Selain renovasi fisik, pemerintah juga mengakselerasi digitalisasi pendidikan dengan mendistribusikan lebih dari 288 ribu papan pintar interaktif yang dilengkapi materi pembelajaran. Langkah ini disebut menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan pemahaman siswa secara lebih interaktif.
“Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana pengajaran terpusat dengan menghadirkan guru-guru terbaik melalui sistem studio untuk menjangkau sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Sistem tersebut diharapkan mampu mengatasi ketimpangan kualitas guru antarwilayah sekaligus memungkinkan pemantauan proses belajar secara langsung.
“Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas,” jelasnya.
Prabowo menegaskan reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi besar penguatan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi global. Ia menyebut pendidikan menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini lompatan-lompatan dalam langkah human capital,” tegas Prabowo.
HT





