Nasional

Satgas PRR Salurkan Rp483,9 Miliar Bansos untuk Penyintas di Tiga Provinsi

Channel9.id, Jakarta. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus meningkatkan penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk menopang kehidupan penyintas banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Satgas PRR menyalurkan bantuan berupa jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta stimulan sosial dan ekonomi. Bantuan ini mendukung percepatan pemulihan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar penyintas.

Berdasarkan laporan harian per 6 April, Satgas PRR telah menyalurkan bantuan kepada 60.373 jiwa dari total target 66.008 jiwa. Total dana yang telah tersalur mencapai Rp483,96 miliar.

Secara rinci, Aceh mencatat realisasi tertinggi dengan 47.483 penerima dan total penyaluran Rp366,29 miliar. Di Sumut, Satgas menyalurkan bantuan kepada 11.091 jiwa dengan nilai Rp101,37 miliar. Sementara itu, di Sumbar bantuan menjangkau 1.799 jiwa dengan total Rp16,29 miliar.

Skema Bantuan untuk Pemulihan Ekonomi

Satgas PRR menyalurkan jadup sebesar Rp15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan. Untuk bantuan isi hunian, setiap kepala keluarga menerima Rp3 juta. Adapun bantuan stimulan sosial dan ekonomi mencapai Rp5 juta per keluarga.

Pemerintah memberikan ketiga jenis bantuan tersebut untuk menjaga keberlangsungan hidup penyintas. Satgas PRR juga memastikan pemulihan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga memulihkan daya beli masyarakat.

Selain itu, Satgas PRR menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang tidak tinggal di hunian sementara (huntara). Pemerintah memberikan DTH sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap keluarga menerima total Rp1,8 juta.

Saat ini, Satgas PRR telah mentransfer DTH kepada seluruh penerima dengan tingkat realisasi 100 persen untuk 14.775 keluarga di tiga provinsi. Rinciannya, Aceh sebanyak 8.709 penerima, Sumut 4.162 penerima, dan Sumbar 1.904 penerima.

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan secara paralel dengan pembangunan hunian tetap (huntap).

Tito menjelaskan pemerintah tetap memberikan bantuan lauk-pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama huntap belum selesai dibangun. Ia menyesuaikan skema tersebut dengan target pembangunan huntap yang memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan.

“Selama huntap belum jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Bantuan Rp15.000 per orang per hari tetap berjalan dan akan terus diberikan jika pembangunan belum selesai,” ujar Tito di Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang, Sabtu (4/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +    =  14