Channel9.id – Jakarta. Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XVI di Jakarta pada 9–11 April 2026 dengan tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”. Forum ini diikuti pengurus pusat, perwakilan provinsi, serta perguruan historis dan anggota IPSI untuk menyusun arah strategis pengembangan pencak silat.
Ketua Harian PB IPSI Benny G Sumarsono menyampaikan Munas tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan antarinsan pencak silat. Ia menilai penguatan sinergi diperlukan untuk mendorong kemajuan dan eksistensi pencak silat di tingkat nasional maupun global.
“Melalui Munas ini, kita memperkuat kebersamaan dan menyusun langkah strategis untuk kemajuan pencak silat,” ujar Benny dalam sambutannya di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono yang hadir mewakili Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto menekankan pencak silat memiliki peran lebih dari sekadar olahraga bela diri. Ia menyebut pencak silat sebagai sarana pembentukan karakter yang mengajarkan tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian sosial.
“Pencak silat adalah warisan budaya yang mampu memperkokoh karakter dan persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman,” ujar Sugiono.
Dalam konteks global, Munas ini juga menegaskan ambisi IPSI untuk membawa pencak silat ke panggung internasional, termasuk menuju Olimpiade. Sugiono menyatakan pemerintah akan terus mendorong promosi pencak silat melalui diplomasi budaya sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa.
“Melalui pencak silat, dunia dapat melihat jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter dan berjiwa pendekar,” ujar Sugiono.
Munas XVI IPSI diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang berdampak bagi organisasi sekaligus menjaga citra Indonesia di mata dunia. Kegiatan pembukaan turut diwarnai nuansa budaya sebagai simbol komitmen pelestarian pencak silat sebagai warisan bangsa.
HT





