Channel9.id – Jakarta. Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, menilai kontribusi akademisi dan praktisi penting dalam penyusunan revisi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang tepat sasaran. Ia juga menekankan perlunya keberpihakan terhadap peternak lokal agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar global.
Hal itu disampaikan Endang dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi IV DPR untuk membahas rencana revisi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Senin (13/4/2026). Dalam rapat tersebut, sejumlah akademisi dan pemangku kepentingan menyampaikan pandangan terkait penguatan sistem kesehatan hewan, peningkatan produktivitas, serta perlindungan peternak lokal.
“Masukan dari akademisi, praktisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Revisi undang-undang ini harus mampu menjawab tantangan sektor peternakan saat ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional ke depan,” kata Endang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Politisi Partai Gerindra itu menilai revisi undang-undang perlu memprioritaskan aspek perlindungan dan peningkatan kualitas sektor peternakan nasional. Hal itu dinilai penting untuk menjaga daya saing industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
“Perlindungan terhadap peternak lokal, peningkatan kualitas produksi, serta penguatan sistem kesehatan hewan harus menjadi prioritas utama dalam revisi undang-undang ini,” tambahnya.
Adapun RDPU ini menghadirkan perwakilan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), PB ISPI, FPPTPI, ISMAPETI, dan BKT Peternakan PII sebagai narasumber. Mereka memberikan masukan akademik dan rekomendasi guna memastikan revisi undang-undang mampu menjawab tantangan sektor peternakan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui RDPU tersebut, Komisi IV DPR RI diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, kebijakan yang dihasilkan juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak dan daya saing industri peternakan Indonesia.
HT





