Nasional

FGD Diseminasi Capaian Berdampak: UNJ Fokuskan Pengabdian pada Solusi Nyata Masalah Sosial

Channel9.id – Jakarta. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Iwan Sugihartono menegaskan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai hilirisasi riset, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, integrasi riset dan pengabdian perlu diperkuat agar mampu menghasilkan dampak nyata bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat.

Hal itu disampaikan Iwan saat memberikan sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat dan Capaian Berdampak UNJ Tahun 2025, Kamis (23/4/2026). Dalam kegiatan ini, sivitas akademika UNJ memaparkan capaian inovasi penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai prestasi dan reputasi dalam pemeringkatan internasional sepanjang tahun 2025.

“Pada kesempatan ini juga kami menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai hilirisasi riset, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial yang berkelanjutan,” kata Iwan dalam sambutannya di Gedung Pascasarjana UNJ, Jakarta Timur, Kamis.

Ia menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi, tetapi juga ruang refleksi dan dialog berdasarkan pengabdian yang telah dilakukan para dosen. Ia menyebut sinergi lintas sektor menjadi kunci agar hasil riset dapat dimanfaatkan secara konkret dan berkelanjutan.

“Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat sinergisitas antara akademisi di lingkungan UNJ dengan pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mendorong pemanfaatan hasil riset secara konkret dan nyata,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan LPPM UNJ akan terus meningkatkan kualitas dan inovasi program serta memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Menurutnya, upaya ini juga membuka peluang kontribusi UNJ dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

“Lalu yang kedua, meningkatkan kualitas dan inovasi program yang sudah disusun oleh LPPM, serta memperluas komitmen kemitraan yang strategis. Maka pada hari ini juga, beberapa stakeholder alhamdulillah bisa hadir. Jadi kita bisa memperoleh insight yang begitu positif,” jelas Iwan.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNJ Ifan Iskandar menilai acara ini menjadi momentum untuk memastikan konsep “Kampus Berdampak” benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan mitra sebagai faktor kunci agar solusi yang dihasilkan tidak berhenti di tingkat akademik.

“Kampus Berdampak tidak akan ada dampaknya, tidak akan ada maknanya, ketika mitra yang terkait dengan dampak itu tidak dilibatkan. Maka, kami sangat bersyukur ada Pak Dadang (Kepala Bapperida Kota Depok, Dadang Wihana), dari Bappeda DKI, dari Bapperida Indramayu, yang bisa hadir karena melalui mitra-mitra, UNJ bisa memberikan dampak,” ujar Ifan.

Ifan mengungkapkan jumlah perguruan tinggi dan lulusan di Indonesia seharusnya sudah mampu menghasilkan dampak luas bagi masyarakat. Namun, ia menilai kontribusi tersebut belum merata dan belum sepenuhnya dirasakan secara nasional.

“Seharusnya dampak itu sudah terasa, ya. Di Indonesia ada 4.400 pendidikan tinggi, termasuk universitas akademi, sekolah tinggi, dan lain-lain. Lulusan S1 di Indonesia itu ada 12 juta lebih, S2 itu sekitar 800-an ribu, S3 itu ada 70 ribu di Indonesia. Sebenarnya sudah seharusnya bisa memberikan dampak. Tapi kenyataannya, perguruan tinggi itu belum kelihatan dampaknya bagi masyarakat secara keseluruhan,” tuturnya.

Ia menekankan perlunya pergeseran orientasi perguruan tinggi agar lebih dekat dengan masyarakat dan berfokus pada kebermanfaatan langsung. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun komunitas intelektual yang memberi solusi nyata.

“Jadi melalui kegiatan seperti ini kami sangat berharap perguruan tinggi makin mendekatkan dirinya dengan masyarakat, sehingga akan memberikan dampak secara langsung dalam hal kebermanfaatan, bukan dalam hal mencetak akademisi,” jelas Ifan.

“Kalau mencetak akademisi itu pasti, karena perguruan tinggi pasti mencetak lulusan S1 sampai S3. Tapi harapannya itu perguruan tinggi bisa mencetak masyarakat komunitas kecil intelektual yang bisa memberikan dampak,” sambungnya.

Adapun kegiatan ini digelar untuk memaparkan capaian inovasi penelitian UNJ, program pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai prestasi dan reputasi dalam pemeringkatan internasional sepanjang tahun 2025. Kegiatan yang didukung Program EQUITY LPDP ini menjadi bagian dari komitmen UNJ dalam memperluas dampak riset dan pengabdian terhadap pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

FGD yang berlangsung di Gedung Pascasarjana UNJ, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026) ini menampilkan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh masyarakat UNJ, mulai dari pendekatan berbasis budaya hingga penguatan karakter berbasis literasi dan konseling.

Secara umum, inovasi UNJ tahun 2025 didominasi oleh bidang Pendidikan (46,8%), diikuti Kesehatan dan Psikologi (23,4%), serta Sains dan Teknologi (25,5%). Sementara itu, kategori Sosial, Humaniora, dan Seni (4,3%) tetap memberikan kontribusi penting dalam pengembangan inovasi berbasis nilai dan budaya.

Dari total 47 inovasi UNJ, sebagian besar berada pada tahap prototipe, yaitu sebanyak 24 produk. Sebanyak 21 produk telah berada pada tahap siap produksi yang dapat segera diimplementasikan dalam skala lebih luas. Sementara itu, 2 produk telah mencapai tahap siap komersialisasi yang sudah siap masuk pasar dan dapat langsung diadopsi oleh industri atau mitra bisnis.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9  +  1  =