Opini

Ekonomi Pancasila Berasaskan Kekeluargaan Suatu Amanat Konstitusi untuk Mewujudkan Kemakmuran Bersama

Oleh: Murdan

Channel9.id – Jakarta. Beberapa bulan terakhir ekonomi dunia sedang dalam guncangan hebat, seakan-akan sedang menyampaikan pesan bahwa, negara yang bisa bertahan ditengah gecolak dahsyat ekonomi global akan keluar sebagai pemenang. Realitas global ini hanya mengisyaratkan ketangguhan dalam bertahan. Artinya, terlalu agresif ditengah tidak terkendalinya dan sukarnya memprediksi badai perekonomian global akan mengguncang dan mengancam kekuatan saya bertahan. Implikasi signifikan dari sikap terlalu agresif dalam merespon gejolak geopolitik-ekonomi internasional ini secara otomatis akan mengkikis energi bertahan.

‎Ditengah realitas global seperti ini, sangat tidak elok menjadi pemenang, karena semua negara sedang sama-sama berjuang untuk hidup dan berkelanjutan. Usaha keras untuk sama-sama bertahan hidup inilah membutuhkan kemitraan strategis yang jauh lebih realistis. Kemitraan antar negara yang bermuara pada partnership menjadi cara ampuh untuk bertahan hidup. Sinergitas dan soliditas nasional menjadi sangat penting. persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa menjadi pertahanan terkuat. Masa inilah Sistem Ekonomi Pancasila yang berasaskan kekeluargaan sedang diuji. Apakah segenap elemen bangsa mampu mewujudkan dalam kehidupan nyata cita-cita luhur dan amanat suci konstitusi ini.

‎Realitas kebangsaan kita hari ini, tersungkurnya rupiah hingga curamnya Indeks Harga Saham Gabungan menjadi ladang empuk untuk menyalahkan, menjatuhkan, hingga alat untuk mengkelaim kegagalan pemerintah. Bagi anak negeri yang tidak sejalan dengan pemerintah, seolah-olah fakta ini menjadi sarana untuk meruntuhkan kepercayaan publik dan rakyat Indonesia terhadap ketahanan Ekonomi Nasional Indonesia.

‎Ekonomi Pancasila yang berasaskan kekeluargaan barangkali tidak ingin melihat anak-anak negeri berseteru tanpa ujung dalam merespon guncangan ekonomi global yang menghantam perekonomian nasional Indonesia. Sebaliknya, Ekonomi Pancasila ingin memicu segenap elemen bangsa untuk saling bersinergi dalam memulihkan perekonomian nasional. Tidak saling menyalahkan satu-sama lain, lebih-lebih ingin memanfaatkan situasi untuk menunjukkan sisi keambrukan pemerintah yang sah.

‎Kemitraan hangat antara Pemerintah, Korporasi, Komunitas, dan Rakyat Indonesia menjadi bentuk hilirisasi paling nyata dari sistem Ekonomi Pancasila. Tidak ada satupun rakyat yang ditinggalkan, semua bergerak bersama untuk menuju Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur. Bergerak bersama (moving together), tumbuh bersama (growth up together), kencang bersama (fastest together), kuat bersama (strongest together), dan makmur bersama (wealthiest together) merupakan cita-cita besar dari Ekonomi Pancasila yang berasaskan Kekeluargaan.

‎Marilah kita jadikan peringatan hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2026 ini sebagai engine start dalam mengarus utamakan terwujudnya Ekonomi Pancasila yang Berasaskan Kekeluargaan. Tidak saling menyalahkan, tidak meninggalkan satupun dari rakyat, dan tidak saling menjatuhkan. Salam Pancasila!

Penulis adalah Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Qomarul Huda Lombok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18  +    =  25