ASEAN Young Farm Leaders Training Program in Japan (AYFLTPJ) 2026
Internasional

KBRI Tokyo Dukung Petani Muda Indonesia Belajar Pertanian Modern di Jepang

Channel9.id-Jakarta. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mendukung penguatan kapasitas petani muda Indonesia melalui keikutsertaan dalam ASEAN Young Farm Leaders Training Program in Japan (AYFLTPJ) 2026. Program tersebut menjadi wadah bagi generasi muda pertanian ASEAN untuk mempelajari teknologi dan praktik pertanian modern langsung di Jepang.

AYFLTPJ 2026 diselenggarakan oleh Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) bekerja sama dengan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang, serta pemerintah negara peserta, yakni Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Kegiatan pembukaan berlangsung di Ota City Youth Exchange Center, Tokyo, pada 27 April 2026. Acara tersebut dihadiri perwakilan MAFF Jepang, JAEC, KBRI Tokyo, serta perwakilan Kedutaan Besar Thailand dan Filipina di Jepang.

Tahun ini, program diikuti 50 petani muda ASEAN yang terdiri atas 18 peserta dari Indonesia, 9 peserta dari Thailand, dan 23 peserta dari Filipina.

Atase Kehutanan sekaligus Pelaksana Tugas Atase Pertanian KBRI Tokyo, Ima Yudin Rayaningtyas, menyampaikan apresiasi kepada JAEC dan MAFF Jepang yang secara konsisten menyelenggarakan program tersebut sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia sektor pertanian di kawasan ASEAN.

Menurutnya, AYFLTPJ bukan sekadar program pelatihan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi petani muda yang mampu menjawab tantangan pertanian masa depan.

“Para peserta Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari teknologi, manajemen pertanian modern, smart agriculture, sistem usaha tani, serta etos kerja masyarakat Jepang,” ujar Ima Yudin Rayaningtyas, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan diharapkan dapat diterapkan di Indonesia guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, nilai tambah usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Saat ini, 18 peserta asal Indonesia telah ditempatkan bersama host farmer yang tersebar di 10 prefektur di Jepang. Selama sekitar 11 bulan, mereka akan mengikuti pelatihan langsung di lapangan sembari mempelajari budaya kerja, kedisiplinan, dan kehidupan masyarakat Jepang.

Sebagai bagian dari evaluasi program, pada Juni hingga Juli 2026 akan dilakukan kunjungan pemantauan ke enam prefektur, yakni Ibaraki, Fukushima, Wakayama, Okinawa, Niigata, dan Fukui.

Berbagai komoditas menjadi fokus pelatihan di lokasi tersebut, mulai dari stroberi, ubi, padi, sayuran, melon, jeruk, rempah-rempah, dracena, pisang, edamame, bunga, hingga taro.

Selain monitoring visit, agenda tahunan lainnya seperti kunjungan evaluasi lanjutan pada Agustus 2026 dan annual meeting pada September 2026 juga telah disiapkan.

KBRI Tokyo berharap program ini tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu dan teknologi pertanian, tetapi juga memperkuat jejaring, persahabatan, dan kerja sama antargenerasi petani muda ASEAN.

Melalui program tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terwujudnya sektor pertanian yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan di kawasan ASEAN, khususnya Indonesia.

Baca juga: KBRI Tokyo Dorong Penguatan Kapasitas Petani Muda Indonesia melalui Program Pelatihan di Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +  2  =