Hot Topic

Polri Minta Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun untuk 2027

Channel9.id – Jakarta. Polri mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun dari total pagu indikatif yang mereka dapatkan untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp118 triliun.

Hal itu disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

“Dengan demikian, apabila dibandingkan dengan pagu indikatif tahun anggaran 2027, masih terdapat kekurangan Rp66,1 triliun,” kata Dedi dalam paparannya.

Dedi mengatakan, tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan ke sejumlah sektor, yaitu belanja pegawai sebesar Rp4,5 triliun, belanja barang Rp20,9 triliun, dan belanja modal Rp40,6 triliun.

Ia menyampaikan, tambahan anggaran tersebut juga telah diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas lewat surat Kapolri nomor B 10413 VI 2026 tanggal 15 Juni 2026.

“Polri mengajukan kekurangan anggaran kepada Kementerian Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas dengan perincian tambahan anggaran berupa belanja pegawai sebesar Rp 4,5 triliun, belanja barang sebesar Rp 20,9 triliun, dan belanja modal sebesar Rp 40,6 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, besaran tambahan anggaran yang diajukan itu sesuai dengan kebutuhan ideal anggaran Polri 2027 sebesar Rp184 triliun. Angka itu didapatkan setelah pihaknya melakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp184 triliun,” katanya.

Menurut dia, sejumlah pertimbangan penambahan anggaran itu di antaranya mengacu pada perkembangan lingkungan strategis global, regional, nasional, termasuk teknologi informasi dan siber, hingga peningkatan kegiatan Harkamtibmas dan penegakan hukum dalam mendukung program Astacita.

“Kiranya hasil rapat kerja ini dapat mempertimbangkan penyesuaian maupun penambahan anggaran berdasarkan usulan kebutuhan anggaran,” ucap Dedi.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  82  =  83