Channel9.id-Nagasaki. Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir menegaskan kunjungan KRI Bima Suci ke Nagasaki menjadi simbol kuat persahabatan Indonesia dan Jepang yang hampir memasuki usia 70 tahun.
Menurut Dubes Kartini, kehadiran KRI Bima Suci bukan sekadar goodwill visit, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat diplomasi maritim dan hubungan strategis kedua negara.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan Deck Reception di atas geladak utama KRI Bima Suci yang bersandar di Dejima Pier, Nagasaki, pekan lalu.
“Ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim, mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus menjadi simbol persahabatan yang kuat antara angkatan laut kedua negara,” ujar Kartini.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek Kartika Jala Krida (KJK) 2026, yang membawa misi diplomasi, pendidikan, dan penguatan kerja sama maritim Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Kartini menilai diplomasi maritim Indonesia-Jepang memiliki peran penting, terutama di tengah dinamika geopolitik regional. Ia menyinggung hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Maret 2026 yang turut memperkuat arah kerja sama kedua negara.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik dan dipandang Jepang sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
Dalam kunjungannya, Dubes Kartini juga melakukan courtesy call dengan delegasi TNI AL yang dipimpin Staf Ahli KSAL Laksdya T.N.S.B. Hutabarat. Dalam pertemuan itu dibahas program KJK 2026 yang melibatkan peserta ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 9 negara ASEAN dan 17 negara mitra.
Kartini juga berpesan kepada para taruna Akademi Angkatan Laut agar terus memperkuat pengetahuan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan, drone, dan teknologi robotik.
Ia berharap para taruna tidak hanya menjadi prajurit andal, tetapi juga duta bangsa yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperkuat citra positif Indonesia di Jepang.
Acara resepsi berlangsung meriah dengan kehadiran perwakilan pemerintah daerah dan parlemen Nagasaki, pimpinan Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF), serta sejumlah atase pertahanan negara sahabat.
Rear Admiral Ogawa Kunio dari JMSDF menilai Indonesia dan Jepang memiliki kedekatan sebagai sesama negara kepulauan. Karena itu, kerja sama maritim dinilai menjadi kebutuhan strategis bagi kedua negara.
Sementara itu, Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto mengatakan kunjungan internasional ini memberi pengalaman penting bagi para taruna sebagai calon pemimpin masa depan TNI AL.
Sebelum tiba di Jepang, kapal latih yang membawa 77 taruna AAL angkatan ke-73 itu telah singgah di Shanghai, Busan, dan Vladivostok.
Setelah menyelesaikan kunjungan di Jepang, pada 21 Juni 2026 KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju Manila sebagai etape berikutnya dalam rangkaian Muhibah Diplomasi Duta Bangsa KJK 2026.
Baca juga: Purnawidya SIT 2026 Digelar, Dubes Kartini: Ini Awal Perjuangan Baru





