Channel9.id, Jakarta. Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) melalui Bidang Pengabdian Masyarakat dan Tanggap Bencana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dasar Manajemen Bencana di Aula Latief, Universitas Negeri Jakarta, Sabtu (4/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam menghadapi situasi kebencanaan sekaligus memperkuat peran alumni dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Bimtek yang berlangsung pukul 08.00 – 17.00 WIB tersebut diikuti oleh pengurus IKA UNJ, mahasiswa, alumni, dan kalangan profesional. Peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga koordinasi lintas sektor. Materi disampaikan oleh narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sekretaris Jenderal IKA UNJ, Edy Budiyarso, mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Selain berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, Indonesia juga menghadapi berbagai ancaman hidrometeorologi yang dipengaruhi perubahan iklim dan aktivitas manusia.
“Kita berada di era yang penuh tantangan kebencanaan. Indonesia dikaruniai tanah yang subur karena berada di kawasan Ring of Fire, tetapi pada saat yang sama memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana. Beruntung bangsa ini memiliki budaya gotong royong yang kuat. Nilai itu menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai bencana yang kerap terjadi,” ujar Edy saat membuka kegiatan.
Menurut Edy, semangat gotong royong perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, IKA UNJ menginisiasi pelatihan dasar manajemen bencana agar para pengurus memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung penanganan bencana.
“Dengan pendampingan para mentor dari BNPB, kami berharap semangat kesukarelawanan para alumni semakin kuat. Tidak hanya memiliki kepedulian, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk terlibat dalam penanganan bencana secara profesional,” katanya.
Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Tanggap Bencana IKA UNJ menyampaikan, pelatihan ini merupakan langkah awal membangun jejaring relawan alumni yang memiliki pemahaman dasar mengenai manajemen bencana. Ke depan, IKA UNJ akan mengembangkan berbagai program pelatihan lanjutan, simulasi, dan aksi kemanusiaan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, hidrometeorologis, dan demografis. Ancaman gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, serta dampak perubahan iklim menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, organisasi alumni memiliki peran strategis untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui edukasi, aksi kemanusiaan, dan kolaborasi penanggulangan bencana.
Melalui Bimbingan Teknis Dasar Manajemen Bencana ini, IKA UNJ berharap para pengurus memiliki pengetahuan, keterampilan dasar, dan perspektif kemanusiaan yang kuat sehingga mampu mendukung kegiatan sosial dan kebencanaan secara terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.





