Lifestyle & Sport

Teater Koma Siap Gelar Kembali Lakon ‘Rumah Sakit Jiwa’ Usai 35 Tahun

Channel9.id-Jakarta. Teater Koma termasuk salah satu grup teater cukup produktif dalam menggelar lakon. Kali ini, Teater Koma siap menghadirkan kembali lakon ‘Rumah Sakit Jiwa’ karya N. Riantiarno usai 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan.

Sutradara lakon ‘Rumah Sakit Jiwa’ Rangga Riantiarno menilai relevansi yang dibawa pada lakon yang pertama kali dipentaskan pada tahun 1991 itu kembali dipentaskan tahun ini sangat menarik karena memperlihatkan bagaimana perubahan dunia dapat memengaruhi kondisi psikologis manusia.

“Dulu belum ada internet, tapi isi naskah ini bagaimana serangan-serangan dari dunia itu mempengaruhi keadaan psikis manusia, bisa membikin orang jadi masuk rumah sakit jiwa. Sekarang dengan begitu banyaknya di dunia maya, nyata sudah ada AI, orang bertanya-tanya ini nyata mana. Ketika dirunut lagi wah zaman sekarang nih justru makin parah ya bukan makin baik,” kata Rangga Riantiarno, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Lebih lanjut, Rangga menerangkan para pemain baik yang terlibat lakon itu pada 1991 hingga pendatang baru mengikuti observasi ke rumah sakit jiwa atau panti penitipan orang yang mengidap kelainan untuk mendukung imajinasi para pemain.

“Jadi sangat membantu buat saya menyutradarai karena teman-teman pasti punya ‘aku ngambil model yang kayak gini Mas, gimana?’ Terus dihadirkan disatukan jadi di panggung nanti akan ada sekitar 15-16 pasien dalam satu adegan. Jadi enggak mungkin semuanya sama kan berarti,” terangnya.

Selain pendalaman karakter, identitas visual setiap tokoh juga menjadi perhatian dalam pementasan ini. Perancang busana Samuel Wattimena dan Rima Ananda merancang kostum yang tidak hanya merepresentasikan profesi para tokoh, tetapi juga membantu mempertegas karakter, dinamika psikologis, dan perjalanan masing-masing tokoh di atas panggung.

“Pendekatan kita tidak pada kostum rumah sakit ya, tapi pada kostum rumah sakit jiwa. Jadi kejiwaannya yang kemudian coba saya ekspresikan di sini,” ujar perancang busana Samuel Wattimena.

Lakon ‘Rumah Sakit Jiwa’ berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut.

Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam.

Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah ‘rumah sakit jiwa’.

Pementasan ini turut didukung oleh tim kreatif lintas disiplin yang menghadirkan tata artistik, musik, tata cahaya, tata suara, kostum, multimedia, serta puluhan pemain lintas generasi. Pementasan kali ini juga didukung tata musik garapan Fero A. Stefanus yang dirancang mengikuti dinamika emosi setiap adegan.

Adapun lakon ‘Rumah Sakit Jiwa’ ditulis oleh N. Riantiarno dan disutradarai oleh Rangga Riantiarno, serta berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, akan pentas pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Kontributor; Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  7  =