Channel9.id – Jakarta, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin mengajak Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) memperkuat dukungan terhadap pengembangan kampus, terutama melalui pendanaan riset dan berbagai bentuk kolaborasi. Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar UNJ dapat meningkatkan kontribusinya bagi pembangunan Jakarta hingga tingkat global.
Hal itu disampaikan Komarudin saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Alumni bertema “Peran UNJ sebagai Kampus Berdampak dan Bereputasi Global dalam Pembangunan Jakarta” di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PP IKA UNJ Sugeng Suparwoto, jajaran pimpinan universitas, pengurus alumni, dosen, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan.
Komarudin mengatakan UNJ memiliki potensi sumber daya manusia yang mampu menghasilkan inovasi dan pengembangan riset. Namun, menurutnya, pengembangan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran penelitian.
“Jujur saja, bukan hanya perguruan tinggi negeri, di UNJ itu masih sangat terbatas anggarannya. Jadi kalau nanti ada hibah-hibah seperti itu, saya kira sangat luar biasa,” kata Komarudin.
Ia mencontohkan salah seorang profesor UNJ yang memiliki keahlian di bidang metalurgi dan mengembangkan material kuningan untuk alat bedah. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi riset di UNJ tidak kalah dengan perguruan tinggi lain apabila mendapat dukungan yang memadai.
“Artinya punya potensi untuk pengembangan-pengembangan di Universitas Negeri Jakarta. Kalau banyak dukungan, insyaallah akan terus berkembang,” ucapnya.
Komarudin juga mengajak alumni yang memiliki perusahaan maupun akses terhadap program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk turut mendukung pengembangan kampus. Ia menilai kebutuhan pendanaan menjadi salah satu faktor penting agar berbagai potensi yang dimiliki UNJ dapat berkembang lebih optimal.
“Kalau Pak Sugeng (Ketua PP IKA UNJ) melalui perusahaan yang dimiliki, atau teman-teman ada CSR, tolong bisa lah berapa persennya dilontorkan ke Universitas Negeri Jakarta. Ini permintaan khusus, karena memang potensinya besar di UNJ, tapi dananya tidak besar,” ungkapnya.
Selain pendanaan, Komarudin menegaskan UNJ ingin terus memperkuat tradisi gerakan intelektual yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Ia mengatakan kampus tidak hanya ingin dikenal melalui sejarah pergerakan mahasiswa, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Yang kita ingin teruskan itu adalah gerakan pemikiran. Bagaimana gerakan pemikiran itu dihasilkan oleh kita, sivitas Universitas Negeri Jakarta. Bukan hanya dosen, tapi juga mahasiswa,” jelas Komarudin.
Menurutnya, kualitas menjadi faktor utama dalam meningkatkan kontribusi perguruan tinggi. Meski demikian, ia menilai dukungan anggaran pendidikan tinggi masih perlu diperkuat agar perguruan tinggi dapat berkembang lebih optimal.
Lebih lanjut, Komarudin berharap sinergi antara UNJ dan IKA UNJ semakin diperkuat untuk mendukung pengembangan universitas. Ia menargetkan UNJ dapat menjadi pusat pertumbuhan yang memberi manfaat tidak hanya bagi Jakarta, tetapi juga bagi Indonesia dan masyarakat global.
“Jadi intinya, kami mengharapkan dukungan dari IKA UNJ untuk bisa menjadikan UNJ sebagai pusat pertumbuhan yang kuat, sehingga UNJ bisa memberikan dampak yang besar, bukan hanya bagi DKI, tapi juga bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan di tingkat global,” pungkas Komarudin.
HT





