Channel9.id-Tokyo. Dua kelompok paduan suara Indonesia, Bina Vokalia Bali dan Svara Nusantara, mengharumkan nama bangsa setelah meraih prestasi pada ajang 8th Tokyo International Choir Competition (TICC) 2026 di Tokyo, Jepang, 24–26 Juli 2026.
Bina Vokalia Bali sukses meraih Juara I Kategori Children’s Choir A dan melaju ke babak Grand Prix Final. Sementara Svara Nusantara menyabet Juara I Kategori Mixed Choir dengan nilai 91,35 sekaligus meraih Gold Prize, serta menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke final kategori tersebut.
Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir menyampaikan apresiasi atas capaian kedua paduan suara yang dinilai telah mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
“Prestasi gemilang yang ditunjukkan Bina Vokalia Bali dan Svara Nusantara telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di panggung kesenian dunia. Mereka adalah duta bangsa yang harus terus mendapat dukungan,” ujar Kartini.
Menurutnya, ajang paduan suara internasional tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni sebagai bahasa universal. Karena itu, KBRI Tokyo akan terus mendukung talenta-talenta Indonesia yang tampil di berbagai kompetisi internasional di Jepang.
Pembina Bina Vokalia Bali Ida Ayu Sri Aryani Rosantiwati mengaku bangga atas pencapaian timnya yang telah menjalani persiapan selama lebih dari sembilan bulan. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi hasil dari kerja keras para penyanyi muda berusia 4 hingga 13 tahun serta dukungan orang tua dan KBRI Tokyo.
Sementara Founder dan Choirmaster Svara Nusantara Ahmad Yani menyebut kemenangan itu sebagai buah dari kerja keras seluruh tim.
“Prestasi ini kami persembahkan kepada seluruh bangsa Indonesia dan keluarga yang telah memberikan dukungan tiada henti bagi perjalanan Svara Nusantara menuju panggung dunia di Tokyo,” katanya.
Pada kompetisi tersebut, Bina Vokalia Bali membawakan sejumlah lagu, di antaranya Meyong-Meyong dan Bengawan Solo. Adapun Svara Nusantara memperkenalkan lagu daerah Mana Lolo Banda asal Rote, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Baca juga: KBRI Tokyo Dukung Literasi Diaspora, Enam Buku Penulis Indonesia Diluncurkan





