Ketua MPR RI
Nasional

Muzani: Jangan Biarkan Perbedaan Politik Memecah Persaudaraan Kebangsaan

Channel9.id, Jakarta. Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan kebangsaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pesan tersebut disampaikan Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Muzani mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang tidak semata-mata menjadi momentum seremonial. Menurutnya, peringatan kemerdekaan merupakan kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga Republik Indonesia.

“Pada hari Senin, tanggal 17 Agustus, seluruh bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Muzani dalam pidatonya.

Ia menegaskan bahwa forum Sidang Tahunan MPR bukan hanya menjadi bagian dari agenda konstitusional, tetapi juga momentum untuk memperbarui janji kebangsaan.

“Di forum yang terhormat ini, kita bukan sekadar menghadiri sebuah upacara konstitusional. Kita sedang meneguhkan janji kepada Republik kita tercinta,” ujarnya.

Menurut Muzani, janji tersebut salah satunya adalah menjaga kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.

“Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar perbedaan politik tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat.

“Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” kata Muzani.

Indonesia Dibangun dari Kesediaan Berbagai Golongan

Dalam pidatonya, Muzani juga mengingatkan kembali proses panjang yang dilalui para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia. Menurutnya, para tokoh bangsa pada masa lalu tidak selalu memiliki pandangan yang sama.

“Bangsa ini dibangun oleh tokoh-tokoh hebat yang berintegritas,” ujarnya.

Para pendiri bangsa, lanjut Muzani, bahkan terlibat dalam perdebatan keras mengenai sejumlah persoalan mendasar bagi masa depan Indonesia.

“Mereka bahkan beberapa kali terlibat dalam perdebatan yang keras mengenai dasar negara, mengenai bentuk pemerintahan, tentang wilayah negara, dan tentang hubungan yang harmoni antara agama dan negara,” katanya.

Namun, perbedaan tersebut tidak membuat para pendiri bangsa menjadikan Indonesia sebagai arena kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya.

“Negeri ini bukanlah tanda kemenangan satu golongan atas golongan yang lain,” tegas Muzani.

Sebaliknya, Republik Indonesia lahir dari kesediaan berbagai kelompok untuk mengesampingkan kepentingan golongan demi tujuan yang lebih besar.

“Negeri ini hasil kesediaan semua golongan untuk memperjuangkan cita-cita yang lebih besar,” ucapnya.

Muzani menyebut semangat tersebut menjadi salah satu modal utama dalam lahirnya Republik Indonesia.

“Dari kebesaran jiwa-jiwa yang mulia itulah Republik Indonesia dilahirkan,” katanya.

Muzani kemudian menyoroti pentingnya persatuan sebagai kekuatan yang membuat Indonesia mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.

“Republik ini dapat bertahan bukan karena kekayaan yang melimpah, bukan pula dukungan internasional yang sejak awal telah tersedia, tapi karena kekuatan rakyat yang bersatu,” ujar Muzani.

Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus terus dijaga dan diperjuangkan oleh seluruh rakyat.

“Bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang layak diperjuangkan,” katanya.

Menurut Muzani, persatuan bukan hanya menjadi modal untuk mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan bangsa.

“Persatuanlah yang menyebabkan kemajuan terjadi,” tegasnya.

Sebaliknya, ketika persatuan melemah, energi bangsa berpotensi terkuras untuk menghadapi konflik internal.

“Bila persatuan melemah, energi besar bangsa ini akan habis untuk saling curiga dan saling meniadakan,” kata Muzani.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan mengelola perbedaan sebagai kekuatan.

“Namun, bila persatuan kita kokoh, perbedaan dapat kita ubah menjadi sumber energi dan kemajuan,” pungkasnya.

Pesan tersebut disampaikan Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 yang digelar di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8). Sidang dipimpin oleh Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dan menjadi salah satu rangkaian agenda kenegaraan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +  8  =