Channel9.id-Jakarta. Sebuah konser musik tak hanya hiburan semata, tapi juga berdampak juga dengan hal lainnya, seperti promosi budaya. Demikian dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mengemukakan bahwa penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia menghadirkan peluang untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, dijadwalkan tampil dalam konser bertajuk ‘Romanza 30th Anniversary World Tour’ di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026, dan Jakarta International EXPO pada 3 November 2026.
“Ini adalah kesempatan untuk mempromosikan budaya kita juga di tengah peradaban dunia,” kata Fadli Zon dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (19/8/2026).
Lebih lanjut, Fadli Zon menerangkan dampak dari konser tersebut. “Kehadiran Andrea Bocelli di Candi Borobudur akan membawa juga satu promosi bagi Candi Borobudur untuk didatangi oleh wisatawan, kunjungan yang mudah-mudahan jadi berlipat ganda,” terangnya.
Fadli Zon menyampaikan bahwa Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 1991 menetapkan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.
Kompleks candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 sampai ke-9 itu telah diakui salah satu destinasi wisata budaya kelas dunia.
Fadli Zon menyampaikan bahwa penyelenggaraan pertunjukan Andrea Bocelli di kompleks Candi Borobudur juga menghadirkan peluang kolaborasi bagi seniman lokal.
“Ini juga menjadi satu kesempatan bagi seniman budayawan lokal di Magelang, seniman Indonesia juga untuk tampil di sebuah kolaborasi yang besar bersama sosok musisi dunia Andrea Bocelli dan eksposur global,” katanya.
“Ini tentu saya kira akan sangat menguntungkan bagi Indonesia,” ia menambahkan.
Fadli mengemukakan bahwa konser Andrea Bocelli bisa menjadi ajang untuk menunjukkan toleransi di Indonesia.
“Meskipun kita berbeda-beda suku, bangsa, agama, termasuk Candi Borobudur yang kita jadikan juga sebagai living heritage di tengah mayoritas penduduk orang Indonesia yang beragama Islam, tapi kita jaga bersama, ini saya kira keindahan dan harmoni yang luar biasa,” ia menjelaskan.
Menteri Kebudayaan berharap selanjutnya semakin banyak situs cagar budaya yang dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kreatif yang bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat banyak.
Kontributor: Akhmad Sekhu




