Hot Topic

100 Tahun Gontor, Ahmad Muzani: Pesantren Harus Jadi Rujukan Pendidikan Dunia

Channel9.id – Jakarta. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, menegaskan pendidikan Islam berbasis nilai-nilai pesantren harus menjadi rujukan pendidikan dunia dalam membangun peradaban.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam amanatnya, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah sekadar proyek sektoral pendidikan, melainkan sebuah investasi peradaban jangka panjang.

“Pendidikan adalah jalan untuk memastikan bahwa kemerdekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa dapat terus dirawat dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Mencerdaskan kehidupan bangsa memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu menghadirkan pendidikan yang holistik—pendidikan yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga mengukuhkan akhlak dan karakter kebangsaan,” kata Ahmad Muzani dalam pidato pembukaan GIHES di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).

Muzani menyoroti keberhasilan Pondok Pesantren Gontor yang selama satu abad telah membuktikan efektivitas sistem pendidikan holistik. Menurutnya, konsep pendidikan pesantren yang memadukan ilmu keagamaan, pengetahuan umum, bahasa dunia, serta penanaman karakter dan kemandirian, kini kian relevan untuk menjawab tantangan zaman.

“Satu abad yang lalu, pendiri Gontor meletakkan fondasi modernisasi pendidikan dengan mengajarkan bahasa internasional dan ilmu-ilmu umum kepada santri. Kini, memasuki abad kedua, tantangan kita adalah bagaimana membawa sistem pendidikan holistik berbasis pesantren ini mengglobal dan menjadi rujukan dunia,” tegas Muzani.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan, Muzani mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan fondasi moral dan karakter. Tanpa akhlak yang kokoh, kemajuan ilmu pengetahuan berisiko kehilangan arah kemanusiaannya.

“Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan sebagai daya dukung dan kekuatan untuk memperkuat proses pendidikan. Namun, keunggulan peradaban suatu bangsa tidak hanya diukur dari penguasaan teknologi semata, melainkan dari kedalaman akhlak, moralitas, dan integritas generasi mudanya,” tambahnya.

Melalui forum internasional GIHES 2026, Ahmad Muzani berharap Indonesia mampu menawarkan formula pendidikan holistik Islam kepada dunia internasional. Ia meyakini bahwa dari rahim pendidikan pesantren inilah akan lahir kepemimpinan masa depan yang tidak hanya membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia dan kemanusiaan.

“Dari Gontor untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia, dan dari santri untuk kemanusiaan. Mari kita jadikan momentum 100 tahun ini sebagai titik balik kebangkitan peradaban Indonesia melalui pendidikan yang berkarakter dan berakhlak mulia,” pungkas Ahmad Muzani.

Baca juga: Ahmad Muzani: Pendidikan Holistik Jadi Investasi Peradaban Bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  27  =  35