Nasional

PISA 2025: Akses Pendidikan RI 90 Persen, Skor Literasi dan Sains Ikut Naik

Channel9.id – Jakarta. Skor literasi membaca dan sains Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 meningkat dibandingkan hasil asesmen 2022. Pada saat yang sama, proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal atau Coverage Index Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan keikutsertaan pertama pada 2003.

Dalam siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diterima Rabu (9/9/2026), hasil tersebut menunjukkan perluasan akses pendidikan Indonesia berlangsung bersamaan dengan capaian pembelajaran yang relatif stabil.

Pada PISA 2025, skor sains Indonesia mencapai 389, naik enam poin dari 383 pada 2022. Skor membaca juga meningkat enam poin, dari 359 menjadi 365, sedangkan skor matematika tercatat 364.

Kenaikan tersebut terjadi ketika skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD disebut mengalami tren penurunan selama 25 tahun terakhir.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan performa pendidikan Indonesia relatif stabil dalam kondisi tersebut.

“Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains,” jelas Toni.

Selain capaian skor, perluasan cakupan pendidikan menjadi salah satu perubahan penting dalam hasil PISA Indonesia. Coverage Index Indonesia tercatat 0,46 ketika pertama mengikuti PISA pada 2003, kemudian meningkat menjadi 0,90 pada PISA 2025.

Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD Andreas Schleicher mengapresiasi capaian tersebut. Menurut Kemendikdasmen, OECD menilai Indonesia mampu menghadapi tantangan untuk memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Data OECD juga menunjukkan murid usia 15 tahun di Indonesia memiliki tingkat keingintahuan yang termasuk tinggi serta telah mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri. Murid Indonesia juga tercatat memiliki capaian lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan pada mata pelajaran yang lebih konvensional.

Dalam penggunaan teknologi, murid Indonesia juga disebut lebih sering terlibat dalam pembelajaran untuk menilai kredibilitas konten yang dihasilkan kecerdasan artifisial atau AI dibandingkan murid di banyak negara lain.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Kemendikdasmen menetapkan empat strategi utama. Strategi itu mencakup penguatan kompetensi guru, peningkatan kualitas pembelajaran, harmonisasi Asesmen Nasional dan Tes Kemampuan Akademik dengan kompetensi bernalar dalam kerangka PISA, serta penguatan peran keluarga dalam pembelajaran.

Penguatan kompetensi guru akan dilakukan melalui pemenuhan kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta peningkatan kompetensi pedagogik dan digital, termasuk koding dan AI.

Sementara kualitas pembelajaran diarahkan pada penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan literasi, numerasi, dan karakter murid.

Kemendikdasmen juga menyediakan sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat digunakan guru dan murid secara mandiri. Di antaranya Perangkat Ajar Ruang GTK, Ruang Murid, serta portal simulasi dan latihan asesmen Pusmendik.

Platform tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan bernalar, literasi digital, dan kemandirian belajar murid sesuai dengan kerangka asesmen PISA.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  3  =  5