Channel9.id, Purwakarta – Pemerintah mulai mengencangkan rantai pasok industri bahan bangunan lokal guna menopang akselerasi pembangunan proyek perumahan nasional. Sinyal penguatan ekosistem industri mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini ditandai dengan pelepasan 500.000 keping genteng tanah liat asal Plered, Purwakarta, untuk menyuplai kebutuhan kawasan permukiman.
Mendukung eksekusi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) besutan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong penyerapan material lokal secara masif melalui skema “Program Gentengisasi”.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menggarisbawahi bahwa transisi dari atap non-tanah liat menuju genteng tradisional bukan sekadar pembenahan estetika kawasan permukiman, melainkan strategi stimulus ekonomi untuk menghidupkan kembali sentra-sentra produksi manufaktur rakyat di berbagai daerah.
“Jika seluruh daerah di Indonesia yang aman menggunakan genteng tanah liat hingga puluhan juta unit, ini akan secara langsung menghidupkan sentra-sentra produksi lokal seperti di Plered. Efek turunannya adalah penciptaan lapangan kerja di tingkat desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tito di halaman Pasar Citeko, Plered, Purwakarta, Jumat (2/10/2026).
Dampak pada Rantai Pasok dan Logistik Daerah
Pelepasan perdata 500.000 keping genteng Plered tersebut melibatkan armada logistik sebanyak 125 unit truk pengangkut yang disiapkan untuk mendistribusikan material ke berbagai proyek perumahan di daerah.
Menteri PKP Maruarar Sirait dan Mendagri Tito Karnavian secara langsung meninjau kesiapan para pengemudi armada logistik serta pelaku perajin lokal sebelum pelepasan distribusi secara resmi.
Dari sisi teknis keterlingkungan, genteng tanah liat dinilai memiliki nilai komparatif tinggi dibanding material buatan pabrik modal besar. Selain lebih kondusif terhadap perubahan cuaca (meredam panas dan kebisingan hujan), genteng tanah liat dinilai memiliki aspek ketahanan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Penjabat Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengonfirmasi kesiapan kapasitas produksi sentra Plered untuk mendukung kebutuhan material perumahan nasional yang ditargetkan pemerintah pusat.
Penguatan komitmen tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, perwakilan Kementerian Agama, serta jajaran Forkopimda Jawa Barat.
Melalui standardisasi mutu dan kepastian alokasi pasar dalam program pemerintah, industri genteng rakyat diharapkan mampu bertransformasi dari sektor informal menjadi bagian dari rantai pasok resmi (supply chain) industri konstruksi dan perumahan nasional.




