Channel9.id, Jakarta – Peta penasihat strategis di lingkar inti Kabinet Merah Putih resmi diperkuat oleh keterlibatan figur-figur papan atas sektor swasta. Langkah ini ditandai dengan pelantikan pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka serta pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat (2/10/2026).
Rekrutmen praktisi bisnis dan industri ke dalam jajaran Wantimpres yang kini diketuai mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno diandalkan untuk memberi masukan independen berorientasi pasar, utamanya dalam merespons dinamika investasi, ketahanan makroekonomi, hingga efisiensi regulasi nasional.
Penunjukan Jusuf Hamka berlangsung cepat melalui panggilan telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Jumat pagi, beberapa jam sebelum prosesi pelantikan.
“Tadi pagi jam 06.35 WIB [diberitahu Seskab]. Saya kaget dan bilang ‘Alhamdulillah, negara mempercayai saya. Kalo Bapak Presiden yang minta, siap.’ Kalau untuk Merah Putih kita harus terima, harga mati,” ungkap Jusuf Hamka usai pelantikan.
Sementara itu, pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir membeberkan bahwa penetapan dirinya sebagai anggota Wantimpres sebenarnya telah diputuskan sejak dua tahun lalu. Namun, pelantikannya ditunda hingga hari ini guna menyelesaikan penyesuaian administratif serta pemenuhan periode masa jabatan sebelumnya.
Menanggapi skema kerja Wantimpres ke depan, Tahir menegaskan akan bergerak penuh di bawah komando Pratikno selaku Ketua Wantimpres tanpa membawa agenda bisnis pribadi.
“Saya kan sebenarnya sudah diangkat dua tahun lalu, cuma karena belum genap [masa jabatan], jadi ditunda dan baru dilantik hari ini. Soal rencana kerja, itu mesti tanya Pak Pratikno ketuanya. Saya tidak ada agenda khusus secara pribadi, ikut saja,” ujar Tahir.
Ia menambahkan, keterlibatannya di dalam struktur penasihat presiden murni berfokus pada upaya mendorong akselerasi kemakmuran masyarakat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. “Doa dan harapan kita tiap hari cuma satu, mengharapkan rakyat Indonesia lebih maju, lebih makmur, dan lebih sejahtera,” imbuhnya.




